Ada Konsep Baksa Kembang, Pengembangan Wilayah Banjarmasin Dihidupkan Lagi?

0 158

LUAS Banjarmasin berdasar data terakhir mencapai 98,46 km², terdiri dari 25 pulau kecil (delta) dan terbagi dalam lima kecamatan serta 52 kelurahan. Total penduduk ibukota Kalimantan Selatan berdasar data BPS Kota Banjarmasin tahun 2019, mencapai 700.870 jiwa.

APAKAH Banjarmasin butuh perluasan wilayah, meski saat ini sudah ada konsep kota metropolitan berbalut Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar (Martapura), Barito Kuala dan Tanah Laut)?

Saat berdialog dengan awak media ini di kantor jejakrekam.com, Jalan Bengkirai, Komplek Banjar Indah Permai, Banjarmasin, Selasa (24/11/2020), calon Walikota Ibnu Sina pun mengungkap adanya rencana perluasan Banjarmasin yang dicetuskan era Walikotamadya Effendi Ritonga periode 1984-1989.

“Konsep perluasan wilayah Kota Banjarmasin itu tertuang dalam memori jabatan yang diserahkan Pak Effendi Ritonga saat kepemimpinan saya di tahun kedua. Nama konsep pengembangan wilayah kota adalah Baksa Kembang,” ucap Ibnu Sina.

BACA : Hasilkan Deklarasi Banjarmasin, Konsep Banjarbakula Jadi Andalan

Ada beberapa daerah yang dibidik masuk wilayah pengembangan Banjarmasin. Yakni, Mandastana, Alalak Berangas (Kabupaten Barito Kuala), Kertak Hanyar dan Gambut di Kabupaten Banjar. Termasuk, kawasan Pulau Kembang.

“Makanya, konsep pengembangan Kota Banjarmasin ini disebut Baksa Kembang. Namun, di era Walikota Effendi Ritonga belum bisa terwujud, meski sudah ada rencana besarnya itu,” ucap Ibnu Sina.

Calon petahana ini mengakui di masa pemerintahan Effendi Ritonga masih berlaku sistem sentralistik di era Orde Baru. Berbeda, menurut dia, dengan era sekarang yang menerapkan otonomi daerah atau desentralisasi, sehingga pengembangan wilayah Banjarmasin akan butuh waktu lama.

“Kalau dulu, jika pemerintah pusat setuju, mudah saja. Beda dengan sekarang. Kalau kita mengembangkan Banjarmasin, maka butuh persetujuan berlapis dari pihak Batola dan Kabupaten Banjar. Lalu, ada Pemprov Kalsel hingga pemerintah pusat,” paparnya.

Bayangkan saja, menurut Ibnu Sina, untuk menuntaskan soal tapal batas dengan Kabupaten Banjar di kawasan A Yani Km 6, membutuhkan waktu cukup panjang.

BACA JUGA : Kepala Bappeda Kalsel : Kota Metropolitan Itu Banjarbakula, Bukan Hanya Banjarmasin

Ia mengakui dengan tingkat kepadatan Banjarmasin cukup tinggi, luas wilayahnya memang tak sebanding sehingga butuh pengembangan atau pemekaran wilayah. “Konsep Baksa Kembang yang ditawarkan Pak Effendi Ritonga bisa menjadi pertimbangan Pemkot Banjarmasin dalam mengembangkan wilayah,” papar mantan anggota DPRD Kalsel.

Menurut Ibnu Sina, jika siang hari, rata-rata penduduk Banjarmasin bertambah 300 ribu orang, namun kalau malam hari tetap pada 700 ribu orang. Tambahan penduduk di ibukota Kalsel karena adanya warga dari daerah tetangga yang bekerja di Banjarmasin.

“Banjarmasin sendiri masuk dalam deretan 10 kota metropolitan di Indonesia, meski dalam bingkai Banjarbakula. Ini membuktikan jika Banjarmasin masuk kawasan strategis nasional (KSN), apalagi kota ini menjadi gerbang ibukota negara (IKN) di Kaltim,” papar Ibnu Sina.

Masih menurut Ibnu Sina, untuk pengembangan wilayah Banjarmasin atau pemekaran baru bisa direalisasikan nantinya di wilayah Sungai Andai.

“Dari luas wilayah Sungai Andai dan jumlah penduduknya mencapai 30 ribu orang, sangat layak untuk ditetapkan menjadi kecamatan baru. Apakah nanti namanya Kecamatan Sungai Andai, karena untuk utara, selatan, barat, tengah dan timur sudah ada,” papar Ibnu Sina.

BACA JUGA : DLH Kalsel Target Pembangunan Incinerator di TPA Regional Banjarbakula Dimulai 2021

Ia memastikan dalam waktu dekat, Puskesmas Sungai Andai akan segera direalisasikan sebagai fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang kini menjadi kawasan terdapat di Kecamatan Banjarmasin Utara tersebut.

“Makanya, ke depan, soal pemekaran wilayah Banjarmasin tetap jadi pertimbangan. Namun, sekali lagi, konsep Banjarbakula yang menjadi program pemerintah pusat harus terus dikembangkan, karena Banjarmasin menjadi pusat Kalsel,” tandas Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.