Teranyar Ada Klaster Rutan Kandangan, Bupati HSS Minta Kerumuman Massa Ditertibkan

0 270

KASUS terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ternyata terus merangkak. Bahkan, teranyar adanya klaster Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kandangan, yang melaporkan ada 42 penghuni, tiga diantaranya petugas turut terpapar Corona.

MENDAPAT laporan itu, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry pun meminta agar disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan virus Corona (Covid-19) harus dimasyarakatkan.

“Pakai masker saat beraktivitas diluar rumah, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan menghindari kerumunan guna memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Fikry yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten HSS, didampingi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad dalam rapat koordinasi di Kantor Pemkab HSS, Kandangan, Selasa (24/11/2020).

Menurut dia, kerumunan massa yang terjadi di masyarakat sangat berpotensi menyebabkan penularan Covid-19. Meski, orang menggunakan masker, penularan bisa saja terjadi saat berada di kerumunan massa.

BACA : 42 Penghuni Rutan Kandangan Terpapar Corona, 3 Petugas Dirujuk Ke RSUD Hasan Basry

Ia menjelaskan, ke depan pihaknya akan lebih mengurai kerumunan massa melalui penegakan Peraturan Bupati (Perbup) HSS Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya dan Pengendalian Covid-19.

“Untuk mengurai kerumanan nanti ditangani langsung oleh Polres HSS, Kodim 1003/ Kandangan bersama Satpol PP Kabupaten HSS,” cetusnya.

Senada itu, Kapolres HSS, AKBP Siswoyo, mengatakan untuk mengurai kerumunan massa, pihaknya meminta agar masyarakat tidak melakukan hajatan dan kegiatan lain yang mengundang massa.

“Kalau masyarakat yang akan menyelenggarakan hajatan atau kegiatan harus minta izin Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA : Awal Tahun 2021, Pembelajaran Tatap Muka di Kelas Mulai Diberlakukan Disdik HSS

Dengan begitu, beber dia, Satgas Covid-19 akan melihat bagaimana pelaksanaannya di lapangan, apakah sesuai dengan prokes atau tidak, seperti pembatasan jumlah orang yang diundang dan pembatasan tempat jaga jarak.

“Semua masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan harus mematuhi prokes, jika tidak akan dibubarkan,” tegas perwira menengah Polda Kalsel ini.

Sementara itu, Dandim 1003/Kandangan Letkol Arm Dedy Soehartono, mengatakan sesuai dengan pernyataan koleganya, dirinya meminta komitmen seluruh komponen masyarakat, bahwa salah satu cara mencegah penularan Covid-19 mencegah kerumunan.

‎Dikatakannya, pihaknya juga sudah mendapat perintah langsung dari Pangdam VI/ Mulawarman untuk membubarkan setiap bentuk kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan.

“Semua kegiatan yang menyebabkan kerumunan akan dibubarkan sesuai dengan perintah pimpinan, termasuk acara perkawinan,” tegasnya.

BACA JUGA : Kepala Dinkes HSS Klaim Kasus Covid-19 Mulai Melandai

Karena itu, kata Dedy, pihaknya meminta kepada masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing guna memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan membuat surat pernyataan.

“Kami juga minta masyarakat untuk melaporkan secara aktif jika ada kegiatan yang mengakibatkan kerumunan, sehingga akan diambil tindakan,” pungkas Dandim Kandangan ini.(jejakrekam)

Penulis A Firman
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.