Gelar Rembug, Pemkab Balangan Komitmen Turunkan Stunting

0 40

PEMERINTAH Kabupaten Balangan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Balangan, gelar kegiatan rembuk stunting, di Aula Benteng Tundakan, beberapa waktu lalu.

Rembuk stunting ini pun ditujukan sebagai strategi konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Balangan.

Adapun penanganan stunting salah satunya adalah menyelesaikan akar permasalahan yang melatar belakanginya, seperti penanganan penyebab masalah gizi, lingkungan sosial, dan kesehatan lingkungan.

BACA : DPPKB Balangan Sosialisasikan Bahaya Stunting Kepada Duta GenRe

Kepala Bappeda Kabupaten Balangan, Murjani Fauzi, mengatakan ini merupakan komitmen pemerintah daerah kepada pihak terkait agar menjadikan stunting sebagai prioritas yang harus ditangani.

Murjani menyatakan, perlu adanya kerja sama dari stakeholder ataupun instansi terkait untuk terlibat berkoordinasi dan melakukan sosialisasi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Balangan.

“Dengan rembuk stunting ini diharapkan leading sector mengerti bagaimana program pemerintah itu untuk mengingatkan kesehatan kepada masyarakat terutama penanggulangan gizi buruk,” ujarnya.

Perwakilan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Didi Ariady, turut mendukung dan mengapresiasi Kabupaten Balangan sebagai kabupaten non lokus yang sudah sampai pada aksi ketiga ini.

BACA JUGA : Putuskan Mata Rantai Covid-19, DPPKB Balangan Sosialisasikan Perilaku 3M

Didi berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten bisa selalu mengawal penangangan stunting ini, karena mengingat masih tingginya angka stunting di Balangan.

Berdasarkan data Ektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) masih 25%, dan kabupaten lain sudah turun menjadi 14%.
“Mudah-mudahan dengan upaya pemerintah daerah melalui Bappeda ini prevelensi stunting menurun secara signifikan di Balangan,” harapnya.

Kegiatan rembuk stunting ini melibatkan pihak lintas elemen dan kelompok dari pemerintah tingkat kabupaten hingga desa, kader kesehatan, dan kelompok masyarakat.(jejakrekam)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.