Bersama Ketua Dewan Pers, KPwBI Kalsel Gelar Pelatihan Wartawan Ekonomi

0 69

PANDEMI Covid-19 mengharuskan terjadinya banyak perubahan kebaharuan diseluruh tatanan kehidupan dan perilaku manusia. Begitu pula berimbas pada jurnalis dalam mengolah pemberitaan.

HAL
tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pers Indonesia, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA sebagai narasumber secara online dalam kegiatan Pelatihan Wartawan Media Ekonomi Kalimantan Selatan 2020, yang diselenggarakan Kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kalsel, dengan tema “Jurnalisme Digital dan Competence” di Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (19/11/2020).

“Begitu juga dengan wartawan yang mau tidak mau harus melakukan perubahan kebaharuan sebagai keniscayaan, begitu juga dengan pemberitaan harus mengandung unsur kebaharuan,” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan sebagai seorang wartawan ekonomi tentunya perlu memiliki dan memahami berbagai data yang dihimpun agar bisa mengolah suatu informasi berita yang tidak dijadikan opini.

BACA : Refreshment Kebanksentralan, BI Kalsel Gelar Pelatihan Jurnalis Ekonomi

“Seperti halnya dokter spesialis tentunya lebih memahami dan memgetahui segala sesuatunya lebih mendalam, begitu juga dengan wartawan ekonomi bisa disebut sebagai wartawan spesialis yang hendaknya bisa memahami prinsip dasar memahami data yang disuguhkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dirinya berharap agar para wartawan ekonomi harus optimis bisa membawa perubahan dalam perekonomian, bisa menjadikan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

“Jurnalis masa depan bisa mewujudkan hal tersebut, merubah impossible menjadi possible,” tuturnya.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Kepala KPwBI Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan jurnalis ekonomi yakni untuk lebih mengenal tentang sistem pembayaran dan strategi UMKM di era digital.

“Wartawan ekonomi Kalsel bisa mendapatkan tambahan ilmu dari pelatihan ini, semoga kedepan sinergitas antara BI dan para jurnalis tetap terjaga,” ucapnya.

Sebagai informasi dalam acara tersebut juga hadir beberapa narasumber dari BI yang kompeten dengan masing – masing paparanya yaitu, Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI & Syariah – Aryo Wibowo T.P, Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah & Provinsi-Annisa Elma Nabil dan Kasir Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) – Fahruddin A.S & Rizki Rahmatullah.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.