Penjualan Cupang di Banjarmasinn Kian Laris Seiring Jenuhnya Masyarakat dengan Situasi Covid-19

0 87

PANDEMI Covid-19 yang membosankan bikin sejumlah warga di Kota Banjarmasin kepincut memelihara hewan peliharaan, termasuk ikan cupang. Para pedagang yang sudah menjaja jenis ikan yang satu ini ikut kebanjiran omzet seiring meningkatnya tren.

CUNCUN, salah satu satu pedagang cupang di Jalan Veteran, Kota Banjarmasin, merasakan betul hal ini. Sembari menata dagangan ikan cupang yang tertata rapi di deretan akuarium, ia mengaku jualannya laris manis di tingkat grosiran.

“Kalau saya berjualan kebanyakan grosiran atau partaian, (baru) orang yang untuk dijual lagi,” kata dia saat berbincang dengan jejakrekam.com, Sabtu (14/11/2020).

BACA JUGA: Laris Manis di Tengah Pandemi, Penjualan Ikan Hias Meningkat Tajam

Ada aneka jenis ikan cupang yang dijual Cuncun di tokonya. Dari jenis Black Samurai, Black Mamba, hingga sederet varian lainnya.

“Black Avatar yang paling banyak dicari orang. Dari harga Rp 250 ribu,” ujar Cuncun.

Cuncun tak menampik kalau masyarakat memelihara ikan cupang sebagai upaya mengusir kebosanan. Sementara, menurut dia, saat ini, untuk kontes atau lomba belum digelar.

Sejurus dengan tren memelihara cupang, penjualan akuarium kecil tempat pelihara ikan hias cupang juga ikut meningkat.

BACA JUGA: Saat Istilah Asing Viral di Tengah Wabah Corona Dinatularisasikan ke Bahasa Daerah

Muliadi, salah satu pengrajin akuarium di Jalan Pangeran Samudera (Kampung Penatu) Kota Banjarmasin membenarkan hal tersebut.

“Awalnya saya hanya cuma hobi pelihara ikan cupang atau kelatau. Tapi sekarang tertarik bikin akuarium karena tren,” katanya.

Muliadi berkata ia mendapat pesanan akuarium dari rekan-rekannya yang kini mulai marak memelihara ikan hias. (jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.