MHM Bangun Makam Haji Maming untuk Muliakan Orang Tuanya

0 154

KOMPLEK makam Haji Maming di Jalan Cappa Padang, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sering menjadi tempat kegiatan keagamaan, khususnya di bulan Februari, karena di bulan inilah biasanya setiap tahun diadakan haul untuk mengenang almarhum Haji Maming, yang dihadiri ribuan orang.

KEGIATAN
haul Haji Maming sendiri sudah berlangsung sejak empat tahun lalu. Dalam setiap kegiatan haul Haji Maming selalu dihadiri para ulama besar dan penceramah kondang Indonesia.

Tak heran, jika kegiatan haul untuk mengenang almarhum Haji Maming, selalu mendapat perhatian warga Tanah Bumbu, bahkan  banyak warga dari luar Tanah Bumbu ikut hadir di acara ini.

Di hari-hari biasa, komplek makam Haji Maming pun sering di kunjungi warga. Selain lokasinya yang strategis, kawasan makam Haji Maming juga terasa nyaman dengan berbagai fasilitas ibadah, mulai mushala, lapangan, taman, dan tentu saja kubah makam Haji Maming yang dibangun dengan arsitektur indah.

“Saya membangun komplek makam Haji Maming dengan baik karena ingin memuliakan almarhum ayah saya,” kata Mardani H Maming (MHM).

Kepada wartawan, Sabtu (31/10/2020) di Batulicin, Mardani H Maming juga menjelaskan bahwa, berbagai fasiltas yang dibangun di komplek makam Haji Maming, salah satunya bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada warga yang datang berkunjung ke komplek makam.

Apalagi pada saat peringatan haul yang dihadiri ribuan jemaah. “Fasilitas pendukung yang kami bangun adalah untuk kenyamanan ribuan jemaah yang hadir. Karena setiap tahun, jumlahnya terus bertambah,” kata Mardani H Maming.

Mantan bupati Tanah Bumbu 2 periode tersebut menegaskan, sebagai anak, dia punya kewajiban memuliakan orang tuanya. Salah satunya dengan rutin melaksanakan haul dan membangun komplek pemakaman di Jalan Cappa Padang tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, keluarga besar Haji Maming juga mendirikan Yayasan Haji Maming yang fokus melakukan kegiatan sosial, mulai dari memberikan bantuan kemanusiaan, bidang pendidikan dan kesehatan.

“Soal apakah mulia atau tidak seorang manusia di sisi Allah Subhanahu watawa’ala, itu hanya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa yang tahu dan berhak menilainya,” tandas Mardani H Maming.

Almarhum Haji Maming, semasa hidupnya dikenal sebagai pengusaha di Batulicin yang dermawan. Haji Maming juga sebagai salah seorang tokoh masyarakat, dan pernah menjadi kepala desa di Batulicin.

Sementara itu, Habib Abdurrahman Bahasyim, atau akrab disapa Habib Banua, menilai,  apa yang dilakukan Mardani H Maming adalah salah satu tanda bakti kepada orang tua.

Bakti kepada orang tua bukan saja dilakukan ketika orang tua kita masih hidup, tapi juga saat orang tua kita sudah meninggal dunia. “Sebagai anak shaleh kita wajib mendoakan orang tua kita yang sudah meninggal dunia. Nah, pak Mardani melakukan itu, beliau membangun kubur orang tuanya dengan baik, kemudian dimakmurkan kuburnya dengan berbagai kegiatan pengajian dan pembacaan Al Quran,” ujar Habib Banua, Sabtu (31/10/2020) di Batulicin.

Dijelaskan Habib Banua, ketika orang meninggal dunia putuslah amal ibadahnya, kecuali tiga perkara, yaitu ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan doa anak shaleh. “Pak Mardani sudah menunjukan bakti kepada orang tuanya dengan berbagai kegiatan haul, pengajian, dekat dengan para ulama dan habaib, dan berbagai kegiatan sosial untuk kemaslahatan ummat,” kata Habib Banua.

Habib Banua mengingatkan, bahwa apa yang dilakukan Mardani H Maming dan keluarganya itu harusnya menjadi contoh bagi yang lain. “Kita seharusnya bercermin, apakah kita sudah berbakti kepada orang tua kita. Apakah kita sudah perbaiki kubur orang tua kita, apakah kita melakukan banyak kebaikan seperti bersedekah, membantu pesantren, memakmurkan thafiz Al-Quran, membantu sesama yang diniatkan untuk orang tua kita,” tambahnya.

Menurut Habib Banua, sosok seperti Mardani H Maming adalah contoh yang baik dari seorang anak yang bakti pada orang tuanya.(jejakrekam)

Penulis Riza
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.