Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Meratus HST, Banyak Lanting Hanyut Dibawa Arus Sungai

0 328

INTENSITAS curah hujan yang tinggi di kawasan Pegunungan Meratus pada Jumat (30/10/2020) malam, mengakibatkan debit air sungai Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meluap. Akibatnya, banjir bandang pun menyerbu kawasan sepanjang bantaran sungai di bawah kaki Pegunungan Meratus.

KEPALA Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HST Budi Haryanto mangatakan kondisi debit air sudah mulai menurun. Ini karena cuaca mulai cerah di kawasan Pegunungan Meratus.

Ia menjelaskan sebelumnya debit air pada wakttu turun hujan sekitar pukul 05.00 Wita naik sampai sekitar 3 meter.

“Namun, kondisi saat ini sudah mulai berangsur surut, hanya saja terpantau ada kenaikan debit air di daerah aliran Sungai Batang Alai,” ucap Budi kepada jejakrekam.com, Sabtu (31/10/2020).

BACA : Seandainya Lockdown Total, Orang Dayak Meratus Paling Siap Bertahan

“Saat ini, kondisinya air sudah menurun dan terkendali, namun terpantau ada kenaikan debit di daerah aliran Sungai Batang Alai,” katanya lagi.

Dengan luapan air Sungai Hantakan, diakui Budi sempat meredam  sebagian rumah dan fasilitas umum seperti jalan di kawasan tersebut.

“Ada dua rukun tetangga (RT) yang terdampak namun tidak sampai ke dalam rumah warga hanya jalan dan teras,” terangnya.

Budi menambahkan, akibat banjir itu di mana tempat Wisata Riam Bajandik  ada tiga buah lanting dan mesin, 10 buah gazebo dan empat buah warung hanyut dibawa arus.

Kemudian, beber dia, di objek wisata Pulau Mas, ada dua buah lanting, mesin 2 buah lanting plus mesin, serta 12 buah gazebo turut hanyut.

“Selanjutnya di kawasan Wisata Manggasang, ada satu  buah bebek mainan hanyut,” ujarnya.

BACA JUGA : Kunjungi Pegunungan Meratus, Pemuda Muhammadiyah Minta Pemkab HST Sediakan Mobil Operasional Dakwah

Budi mengimbau bagi warga di bantaran sungai agar terus waspada, agar lebih hati-hati. “Dikhawatirkan jika curah hujan tinggi sewaktu waktu air akan naik kembali,” katanya.

Selain itu, menurut dia, mengingat di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19), warga khususnya di bantaran sungai yang terdampak banjir agar tetap memperhatikan protokol kesehatan saat di luar rumah.

“Jangan sampai di saat terjadi bencana alam kita abai terhadap bencana Covid-19,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.