Bawaslu Oke

Dipanggil Polisi, Belasan Mahasiswa Lakukan Long March Datangi Polda Kalsel

0 507

BELASAN mahasiswa melakukan long march dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Jalan Brigjend Hasan Basry, Banjarmasin menuju Mako Polda Kalsel di Jalan S Parman pada Senin (26/10/2020) pagi.

AKSI long march ini dilakukan lantaran Koordinator Wilayah BEM se-Kalimantan Selatan, Ahdiat Zairullah, mendapat surat panggilan Ditreskrimum Polda Kalsel.

Dalam surat bernomor S.Pgl/525-1/X/2020/Ditreskrimum, Ahdiat dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana kejahatan dengan sengaja mengumpulkan massa.

Dikonfirmasi, Ahdiat membenarkan pemanggilan dirinya. Namun, Ketua BEM ULM ini pun masih belum mengetahui jelas perihal pemanggilan dirinya oleh Polisi.

“Kami belum tahu jelas apa yang akan dibahas nanti, yang jelas kami kooperatif saja untuk memenuhi panggilan dari kepolisian,” ucapnya, Senin (26/10/2020).

BACA JUGA: Secara Dramatis, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law di Banjarmasin Terpaksa Bubar

Ahdiat juga membeberkan, aksi long march sebagai bentuk solidaritas kawan-kawan mahasiswa, khususnya BEM se-Kalimantan. Ia mengatakan, aksi ini sebagai bagian dari perjuangan untuk melawan pembungkaman.

Untuk mengingatkan, pada hari Kamis (15/10/2020) lalu, BEM se-Kalimantan menggelar aksi demo menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja jilid II.

Saat itu, massa mulai berdatangan memenuhi ruas Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelum pukul 18.00 Wita, massa sudah diingatkan untuk bubar.

Mengingat, dalam Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012, ada aturan waktu yang ditentukan saat demo di ruang terbuka: pukul 06.00-18.00 waktu setempat.

Namun, ketika demo jilid II waktu itu, massa baru membubarkan diri pada Kamis (15/10/2020) pukul 24.00 Wita. Sebelum itu sempat terjadi negosiasi yang cukup alot, yang berujung isak tangis Ahdiat.

Hingga diturunkannya berita ini, belum diketahui pasti ihwal pemanggilan para pentolan massa aksi demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja dari BEM se-Kalimantan tersebut. Jejakrekam.com masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian. (jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.