Atas Pasal 218 KUHP, Ahdiat Dipanggil Ditreskrimum Polda Kalsel Sebagai Saksi

0

KEPALA Bidang Humas Polda Kalsel, Kombes Mochmmad Rifa’i, membenarkan perihal pemanggilan Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah oleh kepolisian pada Senin (26/10/2020) pagi.

RIFA’I
menerangkan, pemanggilan Ahdiat dimaksudkan untuk dimintai keterangan, sebagaimana dalam isi surat pemanggilan bernomor S.Pgl/525-1/X/2020/Ditreskrimum.

“Untuk dimintai keterangan,” katanya kepada jejakrekam.com, melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (26/10/2020) pagi.

BACA : Dipanggil Polisi, Belasan Mahasiswa Lakukan Long March Datangi Polda Kalsel

Surat itu menyebut, Ahdiat dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana kejahatan dengan sengaja mengumpulkan massa, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 218 KUHPidana.

“Barang siapa pada waktu rakyat datang dan berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah di perintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang,” tulis surat itu.

Isi surat tersebut belum usai, di dalamnya juga ada ancaman pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak Rp 9000, bagi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Untuk mengingatkan, pada hari Kamis (15/10/2020) lalu, BEM se-Kalimantan menggelar aksi demo menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja jilid II.

BACA JUGA :  Secara Dramatis, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law di Banjarmasin Terpaksa Bubar

Saat itu, massa mulai berdatangan memenuhi ruas Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelum pukul 18.00 Wita, massa sudah diingatkan untuk bubar.

Mengingat, dalam Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012, ada aturan waktu yang ditentukan saat demo di ruang terbuka: pukul 06.00-18.00 waktu setempat.

Namun, ketika demo jilid II waktu itu, massa baru membubarkan diri pada Kamis (15/10/2020) pukul 24.00 Wita. Sebelum itu sempat terjadi negosiasi yang cukup alot, yang berujung isak tangis Ahdiat.

Diwartakan sebelumnya, belasan mahasiswa melakukan long march dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Jalan Brigjend Hasan Basry, Banjarmasin menuju Mako Polda Kalsel di Jalan S Parman pada Senin (26/10/2020) pagi.

BACA LAGI :  Sempat ‘Hilang’, Cerita 24 Demonstran Gagal Ikut Aksi Tolak Omnibus Law di Banjarmasin

Ihwal perjalanan panjang mahasiswa ini lantaran Koordinator Wilayah BEM se-Kalimantan Selatan, Ahdiat Zairullah, mendapat surat panggilan Ditreskrimum Polda Kalsel.

Di surat bernomor S.Pgl/525-1/X/2020/Ditreskrimum, Ahdiat dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana kejahatan dengan sengaja mengumpulkan massa.

Dikonfirmasi, Ahdiat membenarkan pemanggilan dirinya. Namun, Ketua BEM ULM ini pun masih belum mengetahui jelas perihal pemanggilan dirinya oleh Polisi.

“Kami belum tahu jelas apa yang akan dibahas nanti, yang jelas kami kooperatif saja untuk memenuhi panggilan dari kepolisian,” ucapnya, Senin (26/10/2020).

Ahdiat membeberkan, aksi long march sebagai bentuk solidaritas kawan-kawan mahasiswa, khususnya BEM se-Kalimantan. Ia mengatakan, aksi ini sebagai bagian dari perjuangan untuk melawan pembungkaman.

Ahdiat juga mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang menghadap polisi, “Dua orang. Saya bersama Renaldi (Departemen Kebijakan BEM ULM),” ujarnya.

Hingga diturunkannya berita ini, Ahdiat bersama Renaldi masih berada di Ditreskrimum Polda Kalsel untuk diminta keterangan. Mereka didampingi kuasa hukum dari Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota  Banjarmasin, Muhammad Pazri.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.