Sosialisasikan Empat Pilar, Syaifullah Akui Pasal Kontroversi Omnibus Law Berpotensi Bisa Diubah

0

ANGGOTA MPR/DPR RI dari Fraksi PPP, H Syaifullah Tamliha menghelat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Gedung NU Alabio Sungai Utara (HSU) di Alabio, Sabtu (24/10/2020).

SOSIALISASI empat pilar ini pun diikuti kader PC Gerakan Pemuda Ansor Alabio dan kalangan pelajar NU, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Dalam paparannya, anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika serta terkait isu-isu yang beredar saat ini kepada kader GP Ansor Alabio.

“Terkait isu-isu panas yang beredar di masyarakat, hendaknya adik-adik IPNU dan Banser menyikapi dengan bijak,” ucap Syaifullah.

Menurut dia, jangan sampai hanya karenaarena informasi yang tidak jelas kebenarannya membuat badan jadi binasa.

Disingung masalah UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, Wakil Ketua Fraksi PPP MPR RI ini membeberkan bahwa produk hukum itu belum diteken Presiden Joko Widodo.

BACA : Kupas Tuntas Omnibus Law, Anggota DPR RI Dapil Kalsel Siap Pasang Badan

“Selama belum ditandatangani oleh presiden, masih ada harapan untuk mengubah pasal dan ayat-ayat yang dinilai merugikan PBNU dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, beber Syaifullah, nanti apa-apa yang disampaikan oleh masyarakat, khususnya kalangan GP Ansor akan dibawa ke dalam rapat di DPR RI.

BACA JUGA : Sikapi Kelangkaan LPG 3 Kg, Anggota DPR Desak Pertamina Konsisten Jalankan Program OVOO

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Rahmat berharap anggota DPR RI asal Kalsel ini dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil. 

“Meski kita tidak berprofesi sebagai seorang buruh, namun kita juga dapat merasakan apa yang dirasakan mereka,” ucapnya.

Terkait sosialisasi empat pilar, dirinya mengaku dapat menambah wawasan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.