Tahun Depan Kawasan Sekumpul Dipercantik Dilengkapi Museum Peradaban Islam Banjar

0

ANGGOTA Komisi V DPR RI Muhammad Rifqinizami Karsayudha mengungkapkan pemerintah pusat perlu memberikan perhatian lebih kepada Kalsel.

SEBAB, kata dia, daerah tetangga, Kalteng sudah mendapat anggaran pembangunan Food Estate. Sedangkan, Kaltim direncanakan akan dibangun ibukota negara (IKN) yang baru.

Rifqi mengatakan salah satu program pembangunan yang patut mendapat perhatian adalah pembenahan kawasan makam ulama kharismatik KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura, mulai tahun 2021 mendatang.

“Tahun depan, insya Allah akan dibangun pintu gerbang, kemudiaan percantik jalan, trotoar, drainase dan sarana otoritas kita kerjakan, dan desain karakter adalah (perpaduan) Madinah dan Banjar,” ucap politisi PDIP ini.

BACA : Kawasan Sekumpul Dipadati Jutaan Orang

Dia mengatakan pembenahan kawasan makam Tuan Guru Sekumpul akan semakin mempercantik kawasan tersebut, sehingga mebuat jamaah merasa nyaman ketika berziarah ke makam Tuan Guru Sekumpul.

“Jangka panjang sampai 2023 kita akan membenahi sepanjang jalan Sekumpul dan kemudian di sekitar makam Tuan Guru, tak lupa juga kita akan membenahi UMKM agar kawasan UMKM layak dan bisa menarik perhatian,” kata Ketua HKTI Kalsel ini.

BACA JUGA : Anggota Komisi V DPR RI Susun Rencana Untuk Penataan Dan Perbaikan Kawasan Sekumpul

Mantan dosen FH Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menjelaskan pemerintah merencanakan akan membangun Museum Peradaban Islam Banjar di kawasan Sekumpul. Musem tersebut rencananya akan memuat perjalanan masuknya Islam di Banua, yang dipercantik dengan audio visual seputar sejaran Islam di Tanah Banjar.

Dia menambahkan anggaran tahun depan tersedia untuk pembenahan kawasan Sekumpul sebesar Rp 70 miliar, hingga tahun 2023 mendatang total anggaran yang dibutuhkan untuk mempercantik kawasan makam Guru Sekumpul hingga Rp 250 miliar. 

Rifqi bersyukur masyarakat di sekitar makam Guru Sekumpul mendukung rencana tersebut, bahkan warga bersedia untuk tidak dibayar ganti rugi lahan yang masuk ke dalam area proyek.

BACA JUGA : Libatkan Konsultan Australia, Sistem Drainase Modern akan Dibangun di Sekumpul

“Ini merupakan bentuk penghormatan warga kepada Tuan Guru Ijai, mereka merelakan lahannya ada yang satu meter atau setengah meter di depan (rumah), direlakan,” kata dia.

Ia berharap rencana pembangunan segmen kedua, dari irigasi hingga ke ujung Sekumpul, warga sekitar dapat merelakan lahannya demi pembangunan  kawasan Sekumpul.

“Apabila pakai proses ganti rugi, APBN yang sudah kita ketok nanti tidak (cukup) operasional, kita yang rugi sendiri,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.