Bawaslu Oke

Hanya Sampai Sore, Mimbar Bebas Setahun Jokowi-Ma’ruf di Banjarmasin Berjalan Kondusif

0 107

RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalimantan Selatan menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, Selasa (20/10/2020) siang, masih terus berlangsung.

PANTAUAN jejakrekam.com, hingga pukul 13.00 Wita, para demonstran secara bergantian tetap menyampaikan orasi di ruas Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Koordinator Wilayah se-Kalimantan Selatan Ahdiat Zairullah menyatakan, massa akan tetap bertahan di pusat kota Banjarmasin hingga pukul 18.00 Wita, sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk hari ini kita coba selesaikan semua orasi kawan-kawan, semua keresahan,” tutur Ahdiat kepada awak media, Selasa (20/10/2020).

Aksi kali ini, lanjut Ahdiat, dijamin akan berjalan dengan damai. Bahkan, menurutnya, kecil kemungkinan bagi massa untuk bertahan hingga larut malam, seperti pada aksi terakhir, Kamis (15/10/2020) lalu.

BACA : Bawa Amplop Merah, Aliansi BEM Se-Kalsel Sindir Kepemimpinan Jokowi-Maruf

“Kita lihat nanti, tapi kecil kemungkinannya (untuk pulang larut malam,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, dalam aksi kali ini mahasiswa bukan hanya menolak omnibus law. Mereka juga akan menggelar mimbar bebas refleksi tepat satu tahun kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Massa dari mahasiswa yang kompak mengenakan jaket almamater asal perguruan tinggi masing-masing itu juga kompak membawa amplop merah.

BACA JUGA : Secara Dramatis, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law di Banjarmasin Terpaksa Bubar

Amplop berwarna merah tersebut sebagai sindiran tanda raport merah terhadap setahun belakangan kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Satu tahun sudah kepemimpinan jokowi dan Ma’ruf Amin berjalan, tak satupun hak asasi manusia dituntaskan,” ucap Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah dalam orasinya.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa janji orang nomor satu RI yang menyatakan siap menyediakan ribuan lapangan kerja, masih tak terbukti.

“Nyatanya saat ini masih banyak warga kita yang butuh pekerjaan. Justru pemerintah lebih mengutamakan tenaga kerja asing,” tegasnya.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.