Sungkem ke Orang Tua, Ratusan Demonstran yang Diamankan Polisi Akhirnya Dipulangkan

0

374 massa yang gagal ikut aksi tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Banjarmasin, akhirnya dilepaskan aparat kepolisian, Jumat (16/10/2020) siang.

SEJUMLAH massa yang rata-rata berstatus pelajar ini melakukan sungkem kepada orang tuanya untuk meminta maaf.

Bahkan,0tidak sedikit dari mereka yang diketahui berusia 13 sampai 23 tahun tersebut meneteskan air mata. Mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Berdasarkan pantauan, ratusan massa yang diamankan polisi sebelum aksi demo pada Kamis (15/10/2020) kemarin dikumpulkan di dua tempat berbeda.

BACA JUGA: Polisi Amankan Ratusan Massa Tanpa Identitas Yang Ingin Menyelinap Di Aksi Penolakan UU Omnibus Law

Sebanyak 270 orang digiring ke Mako Polda Kalsel. Sementara 104 orang sisanya ke Mako Polresta Banjarmasin. Namun pada siang tadi, semuanya telah dikumpulkan di Markas Polda Kalsel.

Mereka sudah dilakukan pendataan dan dijemput oleh orang tuanya masing-masing agar bisa keluar dari kantor polisi di Jalan S Parman Banjarmasin itu.

Selain didata, ratusan massa ini juga dilakukan tes cepat atau rapid test secara massal. Hasilnya, ada lima orang yang dinyatakan reaktif. Mereka kemudian akan menjalani tes swab lanjutan.

BACA : Puluhan Pelajar Diamankan Aparat, Ada Bawa Miras Sampai Petasan

“Ada lima orang yang reaktif, sehingga mereka akan kita kirim ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan tes swab,” ucap Kapolda Kalsel Irjend Pol Nico Afinta, Jumat (16/10/2020).

Selain itu, 347 massa tersebut juga dilakukan tes urin. Nico menuturkan ada lima orang yang positif terindikasi positif dalam pengaruh narkoba berdasar hasil tes tersebut.

“Ada empat orang laki-laki dan satu orang perempuan yang positif, itu juga akan dilakukan pemeriksaan. Dan satu orang membawa senjata tajam,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya terus memberikan edukasi agar mereka tak mengulangi perbuatannya lagi, termasuk edukasi pada orang tuanya.

Namun, khusus untuk yang membawa sajam maupun yang nantinya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, Nico tegaskan mereka akan ditindaklanjuti untuk kemudian masuk dalam catatan SKCK. (jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.