Intensitas Hujan Meningkat, PMI Banjarmasin Siapkan Donor Trombosit Apheresis

0

SEIRING dengan mulai meningkatnya intensitas hujan beberapa waktu ini, yang kemungkinan besar akan meningkat juga penyebaran penyakit Demam Berdarah di Masyarakat.

OTOMATIS
dengan tingginya DBD, juga berpengaruh besar terhadap kebutuhan (sel darah merah) trombosit bagi pasien DBD. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit kepada jejakrekam.com, Kamis (15/10/2020), di kantornya.

“Dimusim penghujan sekarang ini, banyak sekali dibutuhkan trombosit untuk pasien demam berdarah, Oleh sebab itu, kami melakukan inovasi terbaru, yaitu Donor Trombosit Apheresis, yang hasilnya setara dengan 10 kantong trombosit biasa, dan ini pertama kalinya hadir di Banjarmasin,” tegasnya.

BACA : JK Tinjau Ruang Khusus Produksi Plasma Darah Di UDD PMI Banjarmasin

dr Rama juga menjelaskan, berbeda dengan donor darah biasa, donor darah apheresis menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti trombosit, sel darah putih, atau plasma darah. Adapun komponen darah lain yang tidak dibutuhkan akan dikembalikan ke tubuh donor.

“Dengan alat ini, darah yang diambil cuma kurang lebih 300 cc, dan keluarnya akan langsung terpisah, tentunya dengan kualitas yang lebih bagus dari trombosit biasa,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebelum melakukan donor apheresis, terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti, yaitu screening, pengambilan sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan hematologi.

“Setelah hasil pemeriksaan diketahui dan terbebas dari berbagai macam penyakit menular seperti HIV, Hepatitis, Sifilis, dan lainnya, baru kemudian dilakukan donor apheresis selama 1,5-2 jam,” ujarnya.

BACA JUGA :  Apabila Fasilitas Tersedia, PMI Banjarmasin Siap Produksi Plasma Darah

Saat ini menurutnya, kebutuhan akan trombosit di Banjarmasin mengalami peningkatan, dengan hampir setiap hari ada yang memerlukan, dan rata rata satu pasiennya membutuhkan minimal 10 kantong, bahkan ada yang sampai 16 kantong. Untuk itu pihaknya berharap dan menghimbau masyarakat agar dapat mendonorkan darahnya untuk membantu yang membutuhkan.

“Selain lebih efisien, bahkan dengan alat yang dimiliki PMI, juga bisa membuat plasma konvalesen. Kami berharap masyarakat bisa mendonorkan darahnya untuk membantu sesama. Berhubung proses pendonoran trombosit apharesis cukup lama maka akan kita beri pelayanan lebih berupa makan dan uang,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.