Bawaslu Oke

Melanggar Perda, 20 Badut Jalanan Terjaring Satpol PP

0 134

KEBERADAAN badut jalanan semakin hari kian marak. Fenomena badut jalanan ini pun menyerbu sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin. Tak ayal, aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) harus mengambil tindakan.

PALING teranyar, sedikitnya ada 20 badut jalanan yang sempat terjaring berdasar data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin.

Penertiban ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin nomor 14 Tahun 2015, yang isinya tentang penyelenggaraan kebersihan, keindahan dan ketertiban di masyarakat.

BACA : Kian Marak, Pandemi Menuntut Badut Panggilan Harus Turun Ke Jalan

Di mana, dalam salah satu pasalnya melarang kegiatan usaha yang melanggar ketentuan. Salah satunya, usaha di pinggir jalan, trafic light, dan fasilitas umum hingga mengganggu ketertiban masyarakat.

“Yang paling banyak terjaring itu di kawasan Jalan Hasan Basry. Kemudian di hampir rata-rata perempatan lampu merah atau trafic light,” ungkap Kepala Seksi Operasi Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha, Selasa (13/10/2020).

Ia mengatakan, pihaknya hanya melakukan penyitaan terhadap properti yang digunakan dalam melakukan usaha. Misalnya seperti, menyita kepala badut.

BACA JUGA :  Berkeliaran di Martapura, Ninja Naruto dan Sponge Bob diamankan Satpol PP Banjar

“Kami amankan agar mereka ke kantor dan mengisi surat pernyataan. Agar mereka tidak mengulangi kegiatan usaha di tempat yang dilarang,” tambahnya.

Masih kata Fahmi, penyitaan itu juga tidak sembarangan dilakukan. Ia menyatakan, pihaknya lebih dahulu memberikan teguran. Penyitaan, baru dilakukan apabila si badut jalanan yang sama kembali ditemukan ketika patroli.

“Selama masih bisa ditegur, kami tegur dulu. Kalau tidak, mau tidak mau propertinya kami bawa,” pungkasnya.

Menurut Fahmi, pihaknya tidak pernah melarang usaha yang dilakukan warga, termasuk menjadi badut jalanan. Namun, ia menekankan agar usaha itu tidak dilakukan di kawasan yang memang dilarang oleh Perda.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.