Kupas Dampak Covid-19 ke Ginjal, Buku Karya dr Rudi Diterbitkan dalam 8 Bahasa Internasional

0 119

MENULIS berkualitas dalam dunia medis, ternyata nama dr Mohammad Rudiansyah, M.Kes, Sp.PD, bisa tembus jajaran penulis jurnal internasional. Kini, karya ilmiah dalam bidang kedokteran pun telah dipublikasikan dalam bentuk buku.

DOKTER Rudi, begitu disapa yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Selatan ini bersama rekan sejawatnya, Ria Bandiara dan Hendra Wana Nur’amin mengupas hubungan infeksi virus Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) terhadap penyakit ginjal.

Buku berjudul COVID-19 and the Kidney Problems yang diterbitkan Lambert Academic Publishing, ternyata tak hanya diterbitkan dalam versi bahasa Inggris.

“Alhamdulillah, sudah publishing (diterbitkan) buku saya berjudul COVID-19 and the Kidney Problems dalam delapan bahasa lainnya. Yakni, bahasa Jerman, Prancis, Belanda, Rusia, Polandia (Polish), Portugis, Italia dan Spanyol. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung,” ucap dr M Rudiansyah kepada jejakrekam.com, Selasa (13/10/2020).

BACA : Kasus Corona Kompleks, IDI Sebut Ada 60 Dokter di Kalsel Terpapar Covid-19

Ia pun mengungkapkan buku itu pun telah dipasarkan via amazon.com. Sebuah perusahaan raksasa teknologi multinasional Amerika yang berbasis di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini memang fokus pada pasar secara online (e-commerce) dan lainnya.

“Jadi, bisa pesan langsung di amazon.com dengan harga 20 € Euro,” kata dr Rudi.

Dalam abstraksi karya dr Rudi ini dijelaskan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang sangat menular dan menyerang hampir sertiap negara di dunia. Bahkan, penyakit ini menimbulkan berbagai masalah dalam sistem kesehatan, masyarakat, politik, dan ekonomi.

BACA JUGA : Mengenang Sosok dr HM Hanafiah, Pejuang Kesehatan yang Terlupakan

“Beberapa laporan menunjukkan bahwa kematian pada pasien Covid-19 berkaitan dengan fungsi ginjal yang tidak normal. Kondisi ini harus diperhatikan untuk mencegah kematian,” tulis dr Rudi yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Bahkan, beberapa obat investigasi sedang dalam proses uji praklinis dan klinis. Beberapa di antaranya belum ada penelitian tentang keamanan pada ginjal terutama pada penderita penyakit ginjal kronis termasuk yang menjalani hemodialisis.

“Beberapa memberikan efek yang memuaskan. Memahami Covid-19, penyakit ginjal, dan obat-obatan akan membantu kita mendapatkan pengobatan yang paling manjur,” tulis dokter spesialis penyakit dalam.

BACA JUGA : Sudah Memasuki Puncak, Indonesia Ternyata Belum Punya Data Covid-19

Dalam paparan lainnya, dokter yang juga bertugas di RSUD Ulin Banjarmasin ini mencerita pada pengunjung 2019, penyakit mirip flu dan pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui pertama kali muncul di China.

Belakangan teridentifikasi sebagai Novel Coronavirus Disease (Covid-19). Penyakit yang mengancam jiwa ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menimbulkan gangguan pada sistem kesehatan, perekonomian, dan masyarakat.

BACA JUGA : Ketua IDI Kalsel Sebut Masker Berbahan Kain Kurang Efektif Tangkal Corona

“Ini memengaruhi banyak organ, terutama saluran pernapasan. Keterlibatan ginjal menghadirkan banyak pasien dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa fungsi ginjal yang tidak normal berhubungan dengan kematian pada pasien Covid-19,” paparnya.

Masih dalam buku itu, dr Rudi menjelaskan komplikasi ini harus diperhatikan untuk mencegah semakin parahnya penyakit.

“Sistem kekebalan memainkan peran utama dalam patogenesis penyakit dan masalah ginjal ini. Dalam situasi yang sulit ini, memahami Covid-19 dan penyakit ginjal akan membantu kita untuk mendapatkan penanganan dan pencegahan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.