Belanda Janji Kembalikan Berlian Sultan Banjar yang Dirampas ke Indonesia

0

INTAN atau berlian milik Sultan Banjar yang masih disimpan Pemerintah Kerajaan Belanda di Rijksmuseum akan segera dikembalikan ke Indonesia. Bahkan, pihak Rijksmuseum Belanda di Amsterdam, berjanji mengembalikan berlian 70 karat yang dulu dirampas dari Kesultanan Banjar.

DIKUTIP dari situs resmi Rijksmuseum, Senin (12/20/2020), berlian berwarna putih cemerlang berkilau itu masih dipampang di situs museum itu.

Berlian berbentuk kotak dengan banyak sudut kristal yang bening. Ukurannya 2,186 x 1,737 cm dengan tinggi 1,386 cm. Beratnya 7,65 gram. Dalam keterangannya, nama batu mulia ini jelas tertera: ‘The Banjarmasin Diamond, anonymous, c.1875’.

Di bawahnya, tertulis : “Berlian ini adalah rampasan perang. Berlian ini pernah dimiliki Panembahan Adam, Sultan Banjarmasin (Kalimantan),”

BACA : Intan Sultan Adam, Rampasan Perang Banjar yang Kini Dikoleksi Museum Belanda

Berlian 70 karat itu adalah salah satu pusaka yang hendak dikembalikan museum asal Belanda tersebut ke Indonesia. Barang-barang itu adalah hasil Belanda menjajah kawasan yang sekarang bernama Republik Indonesia.

Dilansir dari The Guardian, seperti dikutip detik.com Senin (12/10/2020), pusaka berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin sempat diambil Belanda dari Indonesia. Saat itu, harta kerajaan ini dirampas, usai Kesultanan Banjar dihapus dan dinyatakan kalah perang.

Bahkan, penulis lapran Badan Penasihat Pemerintah, Lilian Goncalves-Ho Kang You meminta agar batu mulia itu harus dikembalikan kepada pemilik aslinya.

“Jika itu bukan milik Anda, maka Anda harus mengembalikannya,” kata penulis laporan badan penasihat pemerintah, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, saat mengusulkan komite independen.

BACA JUGA : Cerita Keris Abu Gagang dan Pangeran Hidayatullah di Tanah Pengasingan

Anggota Komisi I DPR RI asal Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha bercerita saat berkunjung ke Belanda pada dua tahun lalu atas fasilitasi Kedubes RI di Den Hagg.

“saya pernah melihat langsung berlian simbol Kerajaan Banjar yang dirampas oleh kolonial Belanda pada saat Kerajaan Banjar dipimpin oleh Sultan Adam. Namun, mengingat belum siapnya fasilitas museum untuk keamanan berlian tersebut, maka sebaiknya ada serah terima dengan dua alternatif,” papar Syaifullah Tamliha kepada jejakrekam.com, Senin (12/10/2020).

Pertama, kata Syaifullah, berlian itu diserahterimakan dengan Duta Besar dan Berkuasa Penuh RI di Den Hag, Belanda dan dititipkan kembali di museum tersebut.

“Jadi, suatu saat dapat diambil pemerintah Indonesia setelah ada museum yang representatif tersedia,” kata Ketua DPP PPP Bidang Luar Negeri ini.

BACA JUGA : Politik Belah Bambu Snouck dalam Perang Banjar

Kedua, kata Syaifullah, pihak Kerajaan Belanda menyerahkan berlian tersebut kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo dan disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan pengawalan dan sistem yang ketat.

“Selanjutnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu membangun museum yang representatif utk menyiapkan penyimpanan barang-barang rampasan perang, termasuk lukisan Syekh Muhammad Arsyad bin Abdillah Al-Banjary dan kitab asli yang ditulis oleh beliau di Leiden of University, Belanda,” papar Syaifullah.

Menurut  legislator DPR RI asal Kalsel ini, museum tersendiri tersebut perlu dibangun oleh Gubernur Kalsel agar nantinya banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Banua.

“Jadi, berlian atau harta berharga semacam itu tidak menjadi sengketa antar sesama pewaris Kerajaan Banjar. Apalagi Kalsel bukan Daerah Istimewa seperti DI Yogyakarta. Yang mana Kerajaan Banjar sendiri sudah tidak diakui secara konstitusional,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.