Geliat Palu Arit di Bumi Antasari; Epik Partai Terbesar Ketiga di Kalsel (1)

0 358

Oleh : Mansyur ‘Sammy’

PARTAI Komunis Indonesia (PKI) juga merambah Bumi Antasari di era Soekarno berkuasa. Parpol ini pun mendirikan jaringan organisasinya menyongsong pesta demokrasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahkan, partai ini pun menjelma partai terbesar ketiga.

PARTAI Palu Arit ini pun mendirikan organisasi-organisasi Comite Daerah Besar (CDB) di tingkat provinsi, Comite Seksi (CS) di tingkat kabupaten dan kota, Comite Subseksi (CSS) di tingkat kecamatan, dan Comite Resort (CR) di tingkat kelurahan dan desa di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Demikian halnya dengan di Banjarmasin, Comite Daerah Besar (CDB) terdapat kepengurusan yang terdiri dari Amar Hanafiah (Sekretaris I CDB PKI Banjarmasin) diadili oleh Mahmillub Banjarmasin” pada tanggal 14 Agustus 1967 dijatuhi vonis hukuman mati.

Kemudian Suwiyo (Pimpinan SOBSI Kalimantan Selatan/Pengurus CDB PKI) diadili Pengadilan Negeri Banjarmasin, tanggal 9 September 1970 dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup. Kemudian terdapat tokoh lainnya yakni S.A. Sofjan yang menjabat Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan).

BACA : Tap MPRS soal PKI Final! Syaifullah : MPR Pasti Perhatikan Aspirasi MUI dan Purnawirawan TNI

Dari dokumen Pidato Kawan S.A. Sofjan (Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan) dituliskan bahwa secara politik dalam tahun 1955-1960-an, dalam Pemilihan Umum Parlemen pada tahun 1955 Partai memperoleh suara 9.574 (tepuk tangan).

Kemudian, pada pemilihan untuk Konstituante memperoleh 10.169 suara. Sedangkan dalam pemilihan DPRD pada tahun silam, PKI mendapat 22.618 suara. Ini berarti bahwa PKI mencapai kenaikan suara 137 persen dari hasil pemilihan Parlemen. (tepuk tangan).

Dalam pidato tersebut juga dituliskan bahwa, keanggotaan dalam DPRD-DPRD pundengan sendirinya mendapat kemajuan-kemajuan, yaitu pada DPRDS tidak seorang pun wakil PKI yang duduk di dalamnya.

BACA JUGA : Pemilu 1955, Ketika NU dan Masyumi Berbagi Kursi di Dapil Kalsel

Kemudian, dengan adanya DPRDP wakil PKI yang duduk di dalamnya baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten-kabupaten semua berjumlah 3 orang. Sebagai contoh, dalam DPRD-DPRD PKI di tingkat I dan II seluruhnya mendapat 8 kursi di antaranya seorang yang duduk di Badan Penasehat Persiapan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Comite Partai sudah berada di semua kabupaten dan di sebagian besar kecamatan. Dari 849 desa sudah separuh daripadanya terdapat Comite-Comite Partai.

BACA JUGA : Mengenang Sejarah Imbas Supersemar di Kalimantan Selatan

Kemajuan-kemajuan ini termasuk cepat kalau diingat bahwa Partai di Kalimantan Selatan. Baru pada tahun1950 ditabur benihnya, hingga pada tahun 1954 disempurnakan. Ketika itu, PKI di Kalimantan Selatan atau Bumi Antasari merupakan partai terbesar ketiga sesudah Nahdlatul Ulama (NU) dan Masyumi.

Organisasi-organisasi revolusioner pun mengalami kemajuan-kemajuan yang pesat, dari kurang lebih 25.000 kaum buruh yang terorganisasi, sudah ada 14.146 yang terorganisasi dalam organisasi buruh revolusioner.

BACA JUGA : Hassan Basry Pencetus Peristiwa Tiga Selatan, Soekarno pun Dibuatnya Marah Besar

Dari dokumen Pidato Kawan S.A. Sofjan (Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan), juga dipaparkan bahwa organisasi tani revolusioner meskipun kemajuannya belum sebagaimana  yang kita harapkan, tapi organisasinya sudah terdapat di semua kabupaten dan menghimpun ribuan anggota. (tepuk tangan).

Organisasi wanita revolusioner juga sudah mulai tumbuh dan berkembang. Sedangkan perkembangan organisasi revolusioner di kalangan pemuda dan pelajar juga mencapai kemajuan-kemajuan yang menggembirakan.

Selanjutnya, dituliskan juga bahwa Pemuda Rakyat sudah mempunyai organisasi di semua kabupaten dengan keanggotaannya lebih dari 3000 orang. Gerakan Pekan Perdamaian selama 8 hari pada tahun 1957 dan dalam memperingati dasawarsa gerakan perdamaian di samping memperingati partisan perdamaian yang terkenal almarhum Juliot-Curie yang mendapat sukses.

BACA JUGA : Sebelum Dicopot, Logo Palu Arit Itu Ada di Tiga Tempat

Kerjasama partai dengan partai-partai demokratis di luar maupun di dalam DPRD berjalan dengan baik, terutama antara PKI dengan PNI dan NU. Ini bisa dibuktikan dalam pemilihan-pemilihan Ketua, Wakil Ketua DPRD, dan DPD-DPD, dalam menyelenggarakan rapat-rapat umum, menentukan sikap bersama dalam menghadapi kegoncangan atau menentukan kabinet, dan lain-lain lagi.

PKI di Kalimantan Selatan, memiliki beberapa ormas di bawah naungannya, seperti Serbupri (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia), Serba (Serikat Buruh Daerah Autonom) bagi pegawai pemerintah daerah, Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) dan berbagai ormas lainnya. (jejakrekam/bersambung)

Penulis adalah Penasihat Komunitas Historia Indonesia Chapter Kalsel

Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (SKS2B) Kalimantan

Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP ULM Banjarmasin

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.