Insentif Nakes Covid-19 Mau Ditarik? Anang Rosadi : Bisa ‘Katulahan’ Nanti!

0 482

ANGGOTA Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Kalimantan Selatan Anang Rosadi Adenansi kembali bersuara lantang. Ia mempertanyakan dasar rencana penarikan insentif bagi perawat non aparatur sipil (ASN) yang turut menangani pandemi virus Corona (Covid-19).

“SAYA meminta agar pihak rumah sakit, dalam hal ini Pemprov Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD agar tidak menarik insentif yang sudah diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes),” ucap Anang Rosadi Adenansi kepada jejakrekam.com, Jumat (25/9/2020).

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menilai selama ini para nakes baik berstatus pegawai negeri sipil maupun honorer telah terbukti berjuang membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah Covid-19.

BACA : Komisi IV DPRD Kalsel Pertanyakan Pengembalian Insentif Nakes Covid-19 Non ASN

“Dalam istilah Banjar, bisa katulahan (pamali). Meminta sesuatu yang telah diberikan adalah buruk sikuan (kotor siku tangan),” cetus Anang Rosadi.

Menurut dia, sangat aneh di tengah pandemi Covid-19, bahkan Kalimantan Selatan termasuk dalam 9 provinsi yang diatensi pemerintah pusat akibat tingginya kasus Corona, justru masih ada insentif nakes yang belum dibayar atau tertunggak.

BACA JUGA : Kepala Dinkes Kalsel Akui Insentif Nakes Covid-19 RSUD Ulin Belum Dibayar

“Tentu, tidak bijak jika meminta kembali insentif yang sudah diterima para nakes. Mereka sudah berjuang, jika hal ini dibiarkan akan makin membuat semangat mereka menurun drastis. Siapa lagi, kalau bukan mereka yang berada di garda terdepan,” cetus Anang Rosadi.

Menurut dia, yang sudah diberikan sejatinya bisa dicarikan jalan keluar terbaik. Bahkan, Anang Rosadi menilai hal itu justru tidak mengurangi esensi dengan stimulus kebijakan khusus, karena Kalsel harus bisa keluar dari zona merah Covid-19.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.