Genjot Produktivitas Pertanian Desa Binderang, 10 Ton Gabah Diborong Amanah-GW ACT Kalsel

0 91

SEBANYAK 10 ton gabah hasil panen dari para petani di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin diborong Amanah Borneo Park bersama Global Wakaf/Aksi Cepat Tanggap (GW/ACT) Kalsel.

PADI berkualitas unggul ini dibeli untuk memperkuat perekonomian masyarakat petani lewat program Masyarakat ProdusenPangan Indonesia (MPPI) yang dirintis organisasi kemanusiaan ini.

“Kami senang dengan program Global Wakaf ACT Kalsel ini, saya terbantu karena hasil panen bisa terjual. Sebab, selama ini, kendala yang kami hadapi adalah masalah pemasaran produk pertanian,” ucap Asmuri (47 tahun), petani asal Desa Binderang kepada relawan ACT yang datang ke rumahnya, Rabu (16/9/2020).

BACA : Tingkatkan Serapan Gabah di Banua, Bulog Divre Kalsel Beli Beras Petani   

Dari hasil menjual gabah itu, Asmurai mengaku uangnya yang didapat dipergunakan untuk membeli bahan bangunan guna memperbaiki rumahnya.

Ia mengungkapkan saat ini dirinya telah menggarap lahan baru seluas 16 borongan selama dua tahun. Hasilnya, cukup memuaskan, karena bisa efektif bercocok tanam. “Dengan adanya lahan baru ini, hasil pertanian pun cukup melimpah. Ini yang kami syukuri,” ucap Asmuri.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sewarga, Ramli berterima kasih atas pembelian hasil panen para petani yang dilakukan Global Wakaf ACT Kalsel. “Dengan adanya pembelian gabah ini, bisa membantu para petani dalam menjaga produktivitas pertaniannya,” ucap Ramli.

BACA JUGA : Wabup Berry Nahdian Forqan Sebut Produksi Beras HST Berlebihan

Sebab, menurut dia, Gapoktan Sewarga telah ditopang fasilitas lengkap untuk mengolah hasil panen, mulai dari tempat pengeringan berbasis teknologi, penggilingan, penyimpanan hingga pengemasan.

“Semua telah tersedia. Namun, kendala yang kami hadapi selama ini adalah terkait pemasaran, apalagi tidak setiap saat semua gapoktan mampu berproduksi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin menerangkan program MPPI merupakan ikhtiar dari ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park untuk menyerap hasil pertanian, sehingga sektor pangan tetap produktif dan berkembang tanpa hambatan. Terutama, di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sektor perekonomian.

“Dampak pandemi ini cukup signifikan terhadap sektor ekonomi yang semakin pincang. Makanya, lewat program MPPI bisa meredam dampak kemiskinan,” ucap Zainal.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat bisa berkontribusi dan mengasah peran sosial agar bisa menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Global Wakaf ACT Kalsel bersama Amanah Borneo Park dalam menyikapi ini berupaya menghadirkan program MPPI, solusi untuk perkuat sektor pangan dan sebagai dukungan kepada petani agar tetap meningkatkan hasil produktivitas pertanian,” kata Zainal.

Ia menerangkan dengan 10 ton gabahi ni Global Wakaf ACT Kalsel kini memiliki stok beras sebanyak 6 ton.  Pengadaan beras ini tentu menjadi bentuk lembaga dalam menjaga ketahanan pangan untuk masyarakat di Kalsel.

“Semoga, semakin banyak pihak yang terlibat dalam program ini ke depan,” ucap Zainal.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Fathoni
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.