Anggap Sepele Masker, Dua Warga Teluk Dalam Terjaring Razia Dihukum Menyapu Jalanan

0 77

KESADARAN warga Banjarmasin dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). Utamanya, disiplin memakai masker di ruang publik, tampak masih minim.

TERBUKTI pada penegakan Peraturan Walikota (Perwali) Banjarmasin Nomor 68 Tahun 2020 selama 15 hari terakhir, masih ada warga yang menganggap sepele pakai masker saat berada di luar.

Salah duanya Hasim dan Saipul. Keduanya justru masih tetap nekat tidak mengenakan masker. Dua warga asal Teluk Dalam ini pun terjaring razia protokol kesehatan yang digelar di kawasan Lapangan Kamboja, Selasa (15/9/2020) sore.

Alhasil, keduanya dijatuhi sanksi sosial dengan menyapu di jalanan. Ditanya wartawan, Saipul mengaku bahwa dirinya sebenarnya sudah membawa masker. Hanya saja, penutup hidung dan mulut itu diletakkannya di dalam kantong jaket.

BACA : Klaim Tak Tebang Pilih, Razia Masker di Banjarmasin juga Menyasar Pengendara Mobil

“Saya pikir, kalau ke lapangan ini tidak lerlu pakai masker. Kebetulan, dekat dengan rumah saya. Eh ternyata kena razia juga,” ucap Saipul, sambil tersenyum.

Razia protokol kesehatan tadi, menyasar para pengendara yang melintas. Razia digelar sekitar 30 menit. Namun, yang terjaring jumlahnya ada lebih dari 10 orang. Tidak hanya pelanggar dewasa saja. Tapi, juga ada anak-anak.

Kepada semua pelanggar, petugas gabungan pun melakukan pendataan, hingga dikenakan sanksi kerja sosial. Klaim Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin yang menyatakan kesadaran masyarakat soal menjalankan sudah berada pada kisaran 75 sampai 80 persen, tampak hanya sekadar isapan jempol.

BACA JUGA : Terjaring Ratusan Pelanggar Perwali, Hasil Denda Razia Masker Sudah Jutaan Rupiah

Dari pantauan jejakrekam.com, selama 15 hari pemberlakuan Perwali 68/2020 ini, banyak masyarakat yang hanya mengenakan masker ketika melihat para petugas. Namun usai petugas tak ada, masker pun kembali dikantongi.

Hal ini pun diakui Camat Banjarmasin Tengah, Diyanoor. Terlebih, kawasan pusat kota itu merupakan pusat kendali aktivitas warga.

“Yang paling banyak di pasar. Itu cukup sulit diterapkan. Kadang-kadang mereka lupa. Atau kadang-kadang dibawa juga tapi malah diletakkan di kantong,” bebernya.

BACA JUGA : Asyik Ngelem, Wanita Tanpa Masker di Pasar Sentra Antasari Tak Disanksi Petugas

Lantas, apa upaya yang dilakukannya untuk dapat menekan jumlah pelanggar? Diyanoor menambahkan, saat ini yang dapat dilakukan hanya sebatas melakukan edukasi terus-menerus.

“Kemudian mengingatkan bahwa masker harus dipasang dengan benar. Bukan sekadar hiasan,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.