Ibnu-Arifin-Calon

Noormiliyani Berniat Menjenguk, Musa Penderita Tumor Mendahului

0 70

BUPATI Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS mengunjungi warganya, Musa (30), yang menderita tumor kandung kemih, Rabu (09/09/2020) siang.

NAMUN kedatangan bupati sekaligus untuk memberikan bantuan itu sedikit terlambat. Suami dari nyonya Rusmini yang beralamat di Desa Jelapat 1 Kecamatan Tamban itu lebih duluan meninggal beberapa saat sebelum bupati tiba.

Meski begitu, kedatangan bupati yang didampingi Camat Tamban, Agus Supriadi, tergolong lebih awal melayat almarhum. Sedangkan uang bantuan yang disiapkan dari Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola yang dibina Noormiliyani sendiri diserahkan kepada isteri almarhum untuk kebutuhan bersama kedua puteri yang masih berusia 2 dan 7 tahun.

“Tadinya kami berniat menjeguk sekaligus menyampaikan bantuan, namun ternyata rencana Allah telah menentukan. Kami turut berduka semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap
Noormiliyani.

Selama hidup kondisi keseharian almarhum tergolong kurang mampu. Rumahnya terbilang cukup kecil untuk ditempati empat orang karena hanya berukuran 3 x 6 meter dengan dinding kayu dan beratap seng yang sudah kropos.

BACA JUGA : Noormiliyani Ajukan Raperda Kabupaten Layak Anak Dan PUDAM

Karenanya bupati perempuan pertama di Kalsel itu menekankan agar rumah almarhum dimasukkan dalam Program Bedah Rumah Sehat ala PKK. Tak hanya itu, keluarga almarhum juga diharapkan diupayakan dimasukan dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski pun selama ini juga memperoleh santunan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Almarhum Musa meninggal dunia karena menderita tumor kandung kemih.

Ia sempat berjuang selama enam bulan dan sempat tergolek sebulan terakhir lantaran memuncaknya penyakit yang diderita.

Musa sendiri sempat dirawat di RSUD Abdul Aziz Marabahan, sebelum dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin dan dianjurkan menjalani operasi. Namun proses operasi belum bisa dilakukan dalam waktu segera.

Selain terhimpit biaya juga dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk penanganan lanjutan penyakit yang mendera lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur dan buruh bangunan tersebut. (Jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Ahmad Riyadi
-  I K L A N  -

- I K L A N -

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.