Ibnu-Arifin-Calon

Incar Titel Bank Devisa, Bank Kalsel Diingatkan Permudah Regulasi Perbankan

0 82

PREDIKAT bank sehat yang telah diraih Bank Kalsel termasuk kategori level Peringkat Komposif 2 (PK-2) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diingatkan DPRD Kalimantan Selatan harus tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi.

KETUA Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo menegaskan predikat bank sehat yang sudah diraih Bank Kalsel harus segera ditingkatkan. Termasuk, rencana untuk masuk ke pasar bisnis bank devisa demi mempermudah aktivitas ekonomi berskala besar seperti ekspor dan impor.

Sebab, Kalimantan Selatan ini ditopang beberapa pelabuhan yang representatif seperti Pelabuhan Trisakti, Pelabuhan Batulicin dan lainnya. Termasuk, Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.

BACA : Demi Kemajuan Banua, Bank Kalsel Targetkan Diri Menjadi Bank Devisa

“Memang kita harus akui saat ini kinerja bank daerah milik Pemprov Kalsel dan 13 kabupaten dan kota ini terus meningkat. Hasil positif ini juga harus dibarengi dengan terus mendorong regulasi yang bisa mempermudah bank ini menjadi bank devisa,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dengan raihan titel bank sehat dari OJK, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin memastikan akan terus memperkuat rencana pengembangan menuju bank devisa.

“Jadi, Bank Kalsel bisa menangani keperluan ekspor batubara. Tak perlu lagi menggunakan referensi dari bank lain, cukup di Bank Kalsel saja,” kata Agus Syabarrudin kepada awak media usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (9/9/2020).

Ia mengakui untuk bisa menjelma menjadi bank devisi, maka Bank Kalsel harus bisa meraih status PK-2 berturut -turut sebanyak tiga kali dalam 18 bulan.

“Makanya, Bank Kalsel masih butuh proses untuk mewujudkan impian untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Banua,” ucap bankir ini.

BACA JUGA : Demi Kemajuan Banua, Bank Kalsel Targetkan Diri Menjadi Bank Devisa

Menurut Agus, keuntungan sebagai bank devisa tentu akan dapat melayani transaksi investor yang melakukan investasi dari berbagai negara tanpa batas.

“Hal ini selaras dengan Provinsi Kalsel dengan 13 kabupaten/kota yang memiliki sember daya alam cukup besar. Ini bisa menjadi potensi untuk menggairahkan dunia investasi internasional di Banua,” kata Agus.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana/Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi
-  I K L A N  -

- I K L A N -

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.