Tersisa PDIP dan Nasdem, Jelang Pilwali Banjarmasin Sudah Tercipta Tiga Poros

0

DALAM arus jago usungan parpol, untuk sementara ini ada tiga poros terbentuk jelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin pada 9 Desember 2020 mendatang.

POROS pertama, tentu dari kubu petahana. Incumbent Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sudah mengantongi 10 kursi berasal dari lima kursi masing-masing dari PKB dan Partai Demokrat. Praktis, cukup untuk menjadi parpol pengusung di Pilwali Banjarmasin 2020.

Poros kedua adalah Hj Ananda berduet dengan Mushaffa Zakir. Duet ‘wakil rakyat’ DPRD Banjarmasin ini akan disokong PKS, PAN dan sebentar lagi sesuai klaim Hj Ananda bakal mendrop dukungan Golkar. Poros Ananda-Mushaffa terbentuk koalisi gemuk, karena didukung parpol pemenang Pemilu 2019 di ibukota Kalsel.

BACA : Bukan Ibnu Sina, Ternyata DPP PKS Pilih Usung Ananda-Mushaffa Zakir

PAN dengan 9 kursi plus 5 kursi milik PKS. Jika SK DPP Golkar telah dikantongi Hj Ananda, maka 6 kursi didapat. Otomatis, ada 20 kursi parpol pengusung Ananda-Mushaffa menyongsong Pilwali Banjarmasin.

Kemudian, poros ketiga mencuat nama Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie berpasangan dengan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel Ilham Noor. Modalnya 6 kursi milik Gerindra, plus suntikan dua kursi PPP dan satu kursi PBB. Cukup 9 kursi memenuhi ambang batas minimal parpol pengusung.

Kini, tersisa hanya PDI Perjuangan dan Partai Nasdem yang belum mengeluarkan sikap politik jelang suksesi 2020. Padahal, PDIP mengantongi 5 kursi plus satu kursi milik Nasdem. Kedua parpol ini sangat tipis untuk bisa membangun kongsi politik di poros keempat.

BACA JUGA : Hj Ananda Jadi Kuda Hitam, Perang Bintang Diprediksi Tersaji di Pilwali Banjarmasin 2020

Apakah kursi milik partai banteng dan Nasdem ini mengarah ketiga poros yang ada? Sebagai petahana, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina pun mengakui banyak kejutan jelang laga politik lama tahunan ini.

Ia pun mengaku sudah memprediksi hal ini. Kepada awak media di Balai Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengakui memang belum ada hitam di atas putih untuk sokongan parpol bagi sang calon, terutama Partai Gerindra, PDIP,PPP, PBB serta Nasdem.

“Gerindra, PDIP, fraksi gabungan juga belum kan. Seperti PPP, Nasdem, dan PBB belum. Jadi kemungkinan satu atau dua paslon lagi mungkin saja,” kata Ibnu Sina, sebelum mengetahui adanya poros ketiga.

BACA JUGA : Tawarkan Banjarmasin Bangkit, Haris Makkie-Ilham Noor Siap Tantang Petahana

Meski awalnya, Ibnu Sina sempat mengincar ‘surat sakti’ dari partai besutan Prabowo Subianto agar bisa bergabung dalam garda pemenangannya. Harapan tampak pupus, seperti arah angin PKS justru menuju ke Hj Ananda, meski merupakan kader beringin.

Mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia pun kini konsentrasi dengan menggandeng Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Arifin Noor untuk mempertahankan ‘kursi empuknya’ di Balai Kota.

BACA: Ini Rincian Syarat Bapaslon Khairul Saleh-Habib Ali Yang Dinyatakan TMS

“Dalam politik, apapun bisa terjadi. Bahkan di waktu injury time atau detik-detik terakhir waktu pendaftaran pencalonan nanti sekali pun,” ucap mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Sementara, untuk kandidat poros keempat, tinggal dari jalur independen. Nama Kepala Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin Khairul Saleh menggandeng Habib Ali Alhabsyi pun turut masuk radar bursa calon.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.