Bawaslu Oke

Sudah Diusung Parpol Lain, PKS Jamin Tak Pecat Ibnu Sina Sebagai Kader

0 874

TIKET lima kursi milik PKS di DPRD Kota Banjarmasin sebagai parpol pengusung justru milik kader Golkar, Hj Ananda. Meski diduetkan dengan kader partai dakwah ini, Mushaffa Zakir, toh asa Ibnu Sina pupus untuk meraih sokongan parpol yang membesarkannya.

ADA apa? Ketua DPP PKS yang juga Koordinator Wilayah Dakwah PKS Kalimantan, Habib Aboebakar Alhabsyi menegaskan parpolnya memberi kesempatan bagi kader lainnya untuk maju berlaga di pilkada.

Menurut dia, pilihan untuk mengusung Mushaffa Zakir sebagai pendamping calon Walikota Banjarmasin Hj Ananda telah melalui proses berjenjang yang berlaku di PKS.

“Ibnu Sina memang merupakan kader terbaik PKS. Namun, dari hasil seleksi Tim Pemenangan Pemilu PKS, kemudian dibahas DPW PKS Kalsel, selanjutnya digodok di DPP PKS, muncul nama Hj Ananda sebagai calon Walikota Banjarmasin,” urai anggota Komisi III DPR RI ini.

BACA : Bukan Ibnu Sina, Ternyata DPP PKS Pilih Usung Ananda-Mushaffa Zakir

Menurut dia, nama Mushaffa Zakir yang merupakan pengurus PKS merupakan politik politik partainya. Terlebih lagi, Aboebakar menyebut saat ini, Walikota Ibnu Sina telah meraih dukungan resmi dari banyak parpol, selain PKS.

“Kami juga tak mempermasalahkan Ibnu Sina didukung parpol lain. Sebab, PKS mentapkan seorang calon itu berdasar track record (rekam jejak). Kebetulan, calon yang kami usung (Hj Ananda-Mushaffa Zakir) termasuk tingkat elektabilitasnya tinggi,” papar Aboebakar.

BACA JUGA : Walikota Ibnu Sina Didukung Demokrat? PKS Bantah Klaim Sepihak Usung Haris-Yuni

Menurut dia, tak hanya Ibnu Sina, nama Ketua DPD PKS Kalsel Hendra dan Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah juga turut disurvei, di samping nama Hj Ananda dan Mushaffa Zakir.

Aboebakar menegaskan PKS tidak ujug-ujug menetapkan Hj Ananda dan Mushaffa Zakir sebagai pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin pada pilkada serentak 2020 mendatang.

“Walau Ibnu Sina diusung parpol lain, PKS tidak akan memecatnya sebagai kader,” tegas Aboebakar.

Untuk diketahui, parpol pengusung Ibnu Sina yang dikabarkan akan berpasangan dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Arifin Noor, terbilang cukup modal kursi. Partai Demokrat dan PKB masing-masing memiliki 5 kursi di DPRD Banjarmasin hasil Pemilu 2019, jauh melebih batas minimal hanya 9 kursi parpol pengusung.

BACA JUGA : Keluar dari PKS, Pentolan Garbi Siap Deklarasikan Partai Gelora

Sementara, Ibnu Sina sendiri pernah menjabat sekretaris hingga Ketua DPW PKS Kalsel. Bahkan, pada Pilwali Banjarmasin 2015 lalu, PKS mengusung dirinya bersama Hermansyah. Ibnu Sina juga karier politiknya di PKS, terbilang moncer, karena tercatat tiga periode menjadi anggota DPRD Kalsel dari dapil Kalsel 2 (Kabupaten Banjar).

Mengenai potensi perpecahan di tubuh PKS, anggota DPR RI empat periode ini menegaskan tidak akan terjadi di Banjarmasin. Walau Ibnu Sina sendiri juga memiliki massa pendukung di parpol reikarnasi Partai Keadilan ini.

“Hari ini, PKS mengusung Hj Ananda-Mushaffa Zakir, jelas di akar rumput tidak ada perpecahan. PKS tetap solid,” tandas Aboebakar.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.