Ekonomi Terpuruk, Paman Birin Minta SKPD Prioritaskan Perbaikan Kondisi UMKM

0 126

DILANDA pandemi virus corona selama berbulan-bulan, kondisi perekonomian Banua kian terpuruk. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel melaporkan, pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi atau minus 2,61 persen dibandingkan dengan triwulan II-2019 (y-on-y).

KEPALA BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, terpuruknya perekonomian Kalsel pada triwulan II-2020 dipengaruhi oleh Covid-19 yang mewabah di dunia. “Belum teratasinya pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian secara global, bukan hanya Kalsel,” katanya melalui channel Youtube BPS Kalsel, belum lama tadi.

Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Awang Pramila pada BPS Kalsel menyatakan, dari data mereka sejak 10 tahun terakhir baru tahun ini pertumbuhan ekonomi Kasel y-on-y terjadi kontraksi atau tumbuh negatif.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Tak Menyurutkan Bank Kalsel untuk Menyalurkan KUR Bagi UMKM

Dia memprediksi, kalau pandemi masih berlangsung lama, maka kontraksi kemungkinan akan tetap terjadi pada kuartal selanjutnya. “Kecuali permintaan komoditas unggulan Kalsel ke negara tujuan eksportir kembali normal, mungkin ekonomi Kalsel masih bisa tumbuh,” katanya.

Menurutnya, secara umum pemerintah dan masyarakat telah berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengurangi kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

BACA JUGA: Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19, Ini Saran Dari Bank Kalsel untuk UMKM

“Selama itu tidak dipatuhi maka penyebaran akan meluas, sehingga anggaran yang pada awalnya untuk menggerakkan ekonomi menjadi tertunda karena fokus untuk mencegah maupun membiayai kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kalimantan Selatan Tahun 2021 di Command Center, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengintruksikan kepada segenap satuan kerja perangkat daerah dan seluruh stake holder untuk menyusun rencana dan program yang memfokuskan pada kegiatan percepatan penanganan pandemi Covid-19.

“Rencanakan program dan kegiatan yang mampu mempercepat penanganan serta pemulihan pasca pandemi Covid-19. Baik pemulihan secara ekonomi, sosial maupun kesehatan,” ucapnya.

BACA JUGA: Pertamina Bantu Modal Usaha UMKM dan Pangkalan Gas di Kalimantan

Paman Birin menilai, dampak pandemi sangat luas, sebagian perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan karyawan.

“Sektor UMKM ikut terpuruk, munculnya permasalahan sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Untuk itu, tegas Paman Birin, semua lapisan harus berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi dampak pandemi ini.

“Kita harus bangkit, kita bantu perusahaan, serta UMKM agar dapat bangkit kembali dari keterpurukan, kita dorong para pemilik modal untuk berinvetasi di Kalsel, sehingga perekonomian di daerah kita bisa tumbuh dan kembali stabil,” serunya.

BACA JUGA: Program Kemitraan Pertamina, UMKM Bisa Kembangkan Usahanya

Tak lupa, Paman Birin juga mengingatkan kepada seluruh bupati dan waliKota serta seluruh kepala SKPD agar perencanaan pembangunan disusun secara terpadu, terintegrasi dan selaras antara pembangunan nasional dan daerah.

“Tetapkanlah sekala prioritas, optimalkan kebijakan money follow program, isu lainya yang kami serap langsung dari rakyat saat turun ke desa-desa maupun hasil reses anggota DPRD mesti kita kolaborasikan dalam program dan kegiatan di masing-masing sektor pembangunan,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.