ACT

Tangani Covid-19, Pemda Terbuka Dengan Kritik

0 145

KASUS Virus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Selatan belum menemui kurva yang mulai melandai. Sebaliknya tambahan kasus harian Kalsel hari Minggu (27/7/2020) menduduki lima besar secara nasional tambahan kasus.

PEMERINTAH Provinsi Kalsel mengklaim telah melakukan upaya serius untuk menekan penyebaran Covid-19, dengan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota.

Ketua harian gugus tugas Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie menegaskan mengatasi pandemi Covid 19 ini pemerintah tidak bisa sendiri tetapi harus selalu melibatkan banyak pihak.

“Tidak hanya perangkat pemerintah tetapi juga tokoh masyarakat dan kalangan kampus. Untuk itu menurutnya pemerintah selalu terbuka dengan semua masukan termasuk menerima setiap kritikan,” ucap Haris dalam diskusi virtual yang dihelat Jejakrekam.com, dengan tajuk Membentuk model penanganan dampak covid 19 berbasis kemitraan dan pemberdayaan, mungkin kah?.

Dia memastikan Pemda tidak anti kritik, sebab dalam menangani penyebaran Covid-19, Pemda menerima masukan dan pendapat dari semua pihak, baik dari aspek medis, ekonomi hingga sosial agar dapat menekan penyebaran Covid019.

“Pemerintah selalu terbuka dan terus menguatkan koordinasi dan keterlibatan banyak pihak untuk Penanganan Covid 19 di Kalsel,jika bicara penanganan covid tidak hanya urusan tim gugus tetapi juga Dinas dan SKPD lain harus terlibat,” ucap Sekretaris Daerah Kalsel ini.

Dia mencontohkan peranan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan cara memberikan stimulus bagi pelaku usaha.

Senada, Berry Nahdian Furqon Wakil Bupati HST mengatakan sejak awal pandemi Covid-19 mewabah, Pemda langsung menggerakkan sektor UMKM agar tetap produktif, misalnya dengan memproduksi masker.

“Ini bentuk nyata yang bisa mereka lakukan agar sektor ini bisa tumbuh dan tetap produktif, pada gilirannya juga membuat roda ekonomi tetap berjalan,” ujar dia.

BACA JUGA : Minggu Pagi, jejakrekam.com-AMB Gelar Diskusi Virtual Bedah Pancasila dari Persepsi Umat Islam

Berry mengatakan langkah Pemda tidak akan berjalan optimal jika tidak diikuti pihak swasta, terutama keterlibatan dunia usaha dalam menangani dampak ekonomi, imbas dari Pandemi Covid-19.

“Model seperti ini menjadi cara-cara sederhana membangun kemitraan dan Pemberdayaan masyarakat ditengah pandemi covid 19,” jelas Sekretaris PWNU Kalsel ini.

Aspek pangan, kata Berry Pemda juga telah mengeluarkan kebijakan untuk menopang ketahanan pangan daerah, salah satunya adalah bantuan benih kepada petani kecil di Bumi Murakarta.

“Kebijakan ini kemudian dibarengi dengan pembelian gabah petani saat musim panen sekarang agar stok pangan di Kabupaten HST tetap aman,” tandasnya. (Jejakrekam)

Penulis Tim
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.