ACT

Ribuan Tanaman Pisang di Balangan Terkena Penyakit Layu

0 79

RIBUAN tanaman pohon pisang di Kabupaten Balangan terkena atau terjangkit penyakit Layu.  Akibatnya, banyak tanaman pisang itu mati dan tidak menghasilkan buahnya.

MENURUT catatan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, penyakit Layu ini hampir menyerang tanaman pisang di seluruh wilayah Bumi Sanggam.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Misrinawati menyampaikan, jika berdasarkan laporan yang pihaknya terima, ada sekitar 948 rumpun tanaman pisang yang kena penyakit Layu tersebut.

BACA : Dinas Pertanian Balangan Jalankan Program PPDPI Bagi Petani

“Jika kita hitung rata-rata tiap rumpun itu ada 4 pohon pisang, maka sudah ada sekitar tiga ribu pohon pisang yang kena,” ujar Misrinawati, Senin (27/7/2020). Pihaknya sendiri, menurut Misrinawati, sudah beberapa kali turun ke lapangan guna melihat langsung serta melakukan penanganannya.

Penanganan yang dilakukan pihaknya sendiri, menurut dia, adalah memberikan edukasi terkait penyakit layu pada Pisang ini, baik itu cara pencegahan maupun penanganan tanaman yang terkena.

Ditambahkan koordinator POPT  Wahyudi, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Wahyudi, penyakit Layu pada pisang biasanya terbagi dua yakni, layu fusarium ( penyakit panama ) dan layu bakteri ( penyakit moko.

Keduanya menurut Wahyudi, mempunyai ciri atau gejala serta dampak yang hampir sama yaitu secara umum tanaman mengalami layu terlebih dahulu sebelum mengalami kerusakan lainnya.

BACA JUGA : Dinas Pertanian Balangan Aktif Salurkan Bantuan Saprodi Ke Petani

Khusus layu fusarium atau sering disebut penyakit panama, menurut dia, disebabkan oleh Fusarium Oxysporum f. Sp Cubense (FOC). Penyakit ini merupakan penyakit paling berbahaya yang menyerang tanaman pisang.

Penyakit ini lanjut dia,nmenular melalui tanah, menyerang akar dan masuk kedalam bonggol pisang. Didalam bonggol ini jamur merusak pembuluh sehingga menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati.

Cendawan masuk melalui luka pada akar, kemudian berkembang merusak jaringan pembuluh kayu (xylem). Benang –benang cendawan (miselium) terutama terdapat dalam sel, khususnya terdapat dalam jaringan pembuluh kayu. Akibat kerusakan dan adanya miselium dalam jaringan tersebut sehingga transportasi makanan dan air terganggu, sehingga tanaman menjadi layu dan mati.

Untuk gejala sendiri, menurut Wahyudi, terlihat dengan kuningnya daun pisang dari mulai daun yang tua, menguning mulai dari pinggiran daun, lalu pecah batang yaitu, perubahan warna pada saluran pembuluh, lalu ruas daun memendek, perubahan warna pada bonggol pisang dan biasanya batang yang terserang mengeluarkan bau busuk.

BACA LAGI : Gelar Diskusi, Dinas Pertanian Balangan Kumpulkan Para Penangkar Benih

“Penyakit bisa menular sangat cepat jika penyebaran cendawan ini melalui air. Penyakit ini biasanya tak bisa diobati, yang bisa dilakukan hanyalah  mencegahnya,” ucapnya.

Pencegahan yang bisa dilakukan, lanjut Wahyudi, buang dan bakar tanaman pisang yang sudah terlanjur terserang penyaki ini, menanam lebih dari satu varietas atau menanan bibit yang sehat, lalu jangan memasukkan bibit, bonggol dan tanah dari daerah yang sudah terkontaminasi.

“Selain itu, untuk pencegahan lainnya bisa gunakan bibit yang bebas penyakit, bersihkan gulma di sekitar areal pertanaman,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.