ACT

Pasca Walikota Banjarbaru Dinyatakan Positif, Pejabat Hingga Ajudan Jalani Swab

0 239

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Banjarbaru akhirnya angkat bicara tentang kabar Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani beserta istri yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

MELALUI konfrensi pers, Senin (27/7/2020) siang, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, menceritakan awal diketahuinya Nadjmi terpapar Covid-19. Hal ini terjadi pekan lalu, saat Wali Kota dijadwalkan menghadiri agenda kedatangan Panglima TNI dan Kapolri, pada Kamis (23/7/2020) sore.

“Sebelum acara di sore itu, pagi harinya Walikota menjalani rapid test di RSD Idaman Banjarbaru. Hasilnya adalah reaktif dan yang bersangkutan meminta untuk digantikan hadir di acara tersebut,” kata Jaya.

BACA : Walikota Banjarbaru Dan Istri Positif Covid-19

Usai dinyatakan reaktif, pada hari yang sama Walikota Banjarbaru kemudian menjalani pemeriksaan swab di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru. Bahkan, seluruh orang yang kontak dekat dengan dirinya juga turut menjalani pemeriksaan, baik itu istri, ajudan, termasuk Wakil Walikota sendiri.

Jaya mengungkapkan, hasil swab keluar 2 hari setelahnya, tepatnya pada Sabtu (25/7/2020). Hasilnya, Wali Kota Banjarbaru berserta istri dinyatakan terpapar Covid-19. “Pak Wali beserta istri dinyatakan terpapar Covid-19. Sedangkan, swab kami hasilnya dinyatakan negatif,” ucap Jaya.

Kini, kondisi Walikota beserta istri yang tengah menjalani perawatan, masih dinyatakan stabil. Meski kabarnya Walikota mengalami gangguan di bagian pernapasan, namun pihak rumah sakit membantah hal tersebut.

Lantas, dimana dan kapan Nadjmi Adhani diduga tertular? Dalam hal ini, Pemkot Banjarbaru belum dapat berandai-andai. Sebab, dalam hal ini pihaknya masih melakukan penulusuran.

Terkait langkah ke depan pasca kejadian ini, kata Jaya, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan tracing dan testing terhadap semua orang yang melakukan kontak erat dengan Walikota serta istri, khususnya di lingkungan Pemkot Banjarbaru.

Beberapa pejabat juga sudah melakukan pemeriksaan swab. Salah satunya, Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah. Tapi sampai saat ini hasilnya belum keluar.

Terakhir, Wakil Walikota mengungkapkan pihaknya sangat menyadari konsekuensi sebagai kepala daerah yang bertugas memberikan pelayanan ke masyarakat, memiliki resiko penularan yang cukup tinggi. Resiko ini sendiri juga dirasakan jajaran ASN -aparatur sipil negara- di Pemko Banjarbaru.

“Saya kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 jika sedang berada di luar rumah. Selain itu, kami juga meminta doa dari masyarakat, agar Wali Kota beserta istri bisa secepatnya sembuh,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.