Kegalauan Kuliah di Masa New Normal: Harapan vs Pesimisme

0 183

Oleh : Gusti Firza Ismi Tsabita dan Alfio Nita Pangaribuan

DUNIA perkuliahan di Banjarmasin sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru yakni 2020/2021, namun pandemi covid-19 belum juga usai. Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk berdamai dengan covid-19. Hal tersebut disampaikan Bey Machmudin Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

KATA Bey, Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19 menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan.

Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk hidup berdampingan dengan covid-19 alam menjalani aktivitas kehidupan, atau istilahnya “New Normal”. 

Tentunya, banyak kendala dalam menjalani kehidupan normal dalam dunia perkuliahan untuk mencegah penularan virus corona.

Bagi mahasiswa, penerapan new normal bisa jadi “kabar gembira” karena bisa kembali kuliah seperti biasa, hasil riset yang lakukan Mahasiswa Program Studi S1 Geografi FISIP ULM yang  diterbitkan pada Jurnal Padaringan (Jurnal Pendidikan Sosiologi FKIP ULM) berjudul “Persepsi Mahasiswa Prodi S1 Geografi FISIP ULM terhadap Kuliah Online di Masa Pandemi Covid-19” menunjukkan mahasiswa tidak nyaman dengan perkuliahan online, mahasiswa rindu kuliah seperti biasa.

Namun sebaliknya bisa menjadi hal yang “menakutkan” jika kembali kuliah di kampus dengan kondisi seperti saat ini. Faktanya kondisi saat ini membuat kami takut akan keselamatan diri sendiri karena data positif covid-19 menunjukkan peningkatan yang luar biasa.

Hal ini ditunjukkan bahwa Kalimantan Selatan masuk peringkat 6 Nasional tertinggi positif 4.146 kasus.

Sehingga dengan dibukanya kembali kampus berisko meningkatkan penularan, artinya kondisi saat ini belum aman bagi mahasiswa untuk kembali ke kampus. 

Kegalauan yang dihadapi mahasiswa mengenai kuliah di masa new normal dikarenakan kurangnya kajian atau riset tentang dampak dari new normal jika diterapkan di perkuliahan dan kurangnya sosialisasi dari pemerintah atas kebijakan new normal. 

 Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan perkuliahan di masa new normal.  Perlu ada nya rancangan skenario kuliah yang ideal di masa new normal. (jejakrekam)

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi S1 Geografi FISIP ULM

(Isi dari artikel ini sepenuhnya tanggungjawab penulis bukan tanggung jawab media)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.