ACT

Dilarang Masuk Pasar, Masih Banyak Warga Banjarmasin Nekat Tak Pakai Masker

0 140

KEPATUHAN sebagian warga Banjarmasin untuk menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) masih terbilang rendah. Buktinya, masih banyak dijumpai warga yang tak mengenakan masker, padahal berada di luar rumah.

KONDISI ibukota Kalimantan Selatan ini sudah diselimuti zona merah, bahkan sudah hampir pekat menuju ‘zona hitam’, sepatutnya jadi kesadaran bersama. Ini karena, potensi turut tertular virus Corona sangat tinggi.

Hingga Jumat (10/7/2020), pukul 16.0O Wita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat ada penambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di ibukota Kalsel. Totalnya, ada 1.629 orang terpapar, meski ada 10 orang dinyatakan telah sembuh pada Jumat (10/7/2020).

BACA : Masuk Level Berbahaya, Empat Kelurahan di Banjarmasin Ditetapkan Zona Hitam Covid-19

Namun, jumlah pasien yang dirawat terdapat 1.121 orang, sembuh 356 orang dan 128 orang telah tutup usia akibat terinfeksi virus Corona. Kasus Covid-19 pun masih didominasi empat kelurahan rata-rata di atas 50 kasus, yakni Pekapuran Raya, Pemurus Dalam, Pemurus Baru dan Teluk Dalam. Sementara yang minim kasus hanya tercatat lima kasus, terdapat di Kelurahan Gadang, Kertak Baru Ulu dan Ilir.

Namun, ironisnya, para pedagang dan pengunjung kawasan Pasar Sudimampir Raya, Pasar Baru, Pasar Cempaka dan Pasar Ujung Murung Banjarmasin pun masih rendah, terlihat pada Sabtu (11/7/2020).

Para pengendara motor pun langsung dicegat petugas Posko Covid-19 Banjarmasin. Mereka langsung ditegur oleh petugas Satlantas Polresta Banjarmasin.

BACA JUGA : Seluruh Kelurahan di Banjarmasin Berpotensi Menularkan Covid-19

“Sudah tegas dan jelas bahwa bagi pengunjung maupun pedagang yang memasuki kawasan pasar harus menaati protokol kesehatan. Salah satunya, menggunakan masker,” ucap anggota Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Superwoto,, salah mencegat pengendara yang tak menggunakan masker.

Menurut dia, bagi yang tidak mengenakan masker, harus balik arah dan tak boleh memasuki kawasan pasar karena menjadi tempat kerumunan banyak orang. “Kami harus tegas, bagi yang tidak memakai masker harus balik ke rumah. Tidak boleh datang ke pasar,” cetusnya.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor DidI GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.