Husairi Abdi

Tinjau Penancapan Tiang Pancang Jembatan Bromo, Ibnu Sina Ingatkan Infrastruktur Harus Berkualitas

0

MESKI terjadi reposisi anggaran di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), proyek infrastruktur yang bersumber dari APBD Banjarmasin tahun anggaran 2020 tetap berjalan.

SEDIKITNYA ada tiga proyek jembatan yang kini dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin bersumber dari APBD tahun anggaran 2020.

Yakni, pembangunan Jembatan Antasan Bromo dengan pagu anggaran Rp 45 miliar dan HPS Rp 44,9 miliar, namun dinegosiasi pemenang tender PT Bayang Bungo asal Lampung senilai Rp 40,4 miliar lebih.

Kemudian, Jembatan HKSN digarap PT Trias Karya asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah seharga Rp 37,1 miliar lebih yang menghubungkan Kelurahan Kuin Cerucuk-Kuin Utara (HKSN), Banjarmasin.

BACA : Jembatan HKSN Dibuat Model Kembar, Penggarapannya Mulai Digeber

Berikutnya, proyek Jembatan Kelayan A-Gerilya, Banjarmasin Selatan, senilai Rp 12,6 miliar lebih oleh kontraktor PT Hasrat Jaya Utama asal Banjarmasin, dan konsultan pengawas CV Ramier Jayaarkananta dari Banjarmasin senilai Rp 450 juta lebih.

Walikota Ibnu Sina didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Arifin Noor pun memantau langsung penggarapan proyek Jembatan Bromo yang akan menghubungkan daratan Banjarmasin, Mantuil dengan Pulau Bromo tersebut di Jalan Ujung Benteng Kelurahan Mantuil, Banjarmasin, Jumat (3/7/2020).

BACA JUGA : Pembangunan Jembatan Pulau Bromo Dimulai, Pemkot Target Akhir 2020 Proyek Sudah Selesai

Sesuai rencana, pemancangan tiang pertama jembatan bertipe gantung dengan lebar lebar 2,15 meter, panjang bentang 100 meter. Kemudian, tinggi tower pendekat sisi kanan dan kiri jembatan mencapai 15 meter, dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH), langsung diamati Walikota Ibnu Sina.

“Pembangunan Jembatan Bromo ini menjawab aspirasi masyarakat Pulau Bromo dan Mantuil yang selama ini sudah puluhan tahun membutuhkan akses jalan darat. Selama ini, kedua daerah ini hanya dihubungkan lewat jalur sungai berupa kapal feri penyeberangan,” ucap Walikota Ibnu Sina.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini bersyukur proses pembebasan lahan untuk lokasi tiang pancang dan oprit jembatan tidak ada kendala berarti di lapangan.

“Masyarakat di sini mendukung penuh pembangunan jembatan, bahkan ada yang suka rela menghibahkan tanahnya,” kata Ibnu Sina.

BACA JUGA : Dibangun Tahun 2020, Jembatan Gantung Pulau Bromo Ditarget Jadi Objek Wisata

Menurut dia, ada sekitar 1.500 kepala keluarga yang bermukim di Pulau Bromo, sehingga dengan adanya Jembatan Bromo bisa membuka isolasi daerah, terutama mengakses ke pusat Kelurahan Mantuil.

“Jika nantinya akses transportasi darat lancar dari kedua wilayah ini, tentu akan berimbas pada peningkatan perekonomian warga,” kata Ibnu Sina.

Saat memantau ke lokasi, orang nomor satu di Balai Kota Banjarmasin ini mengingatkan agar pihak kontraktor dan konsultan pengawas harus konsisten dengan rencana awal, sehingga tidak ada pergeseran tiang pancang atau lainnya dari konsep semula.

“Terpenting adalah kualitas jembatan harus sesuai dengan daya konstruksinya. Jika pembangunannya berkualitas, tentu bisa bertahan 50 hingga 100 tahun,” kata Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.