Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, RSUD Sultan Suriansyah Butuh Tambahan Pasukan Nakes

0 234

JUMLAH orang terpapar virus Corona (Covid-19) di Kota Banjarmasin kian hari terus meningkat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Banjarmasin mencatat per Rabu (1/7/2020), sebanyak 1.392 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

KONDISI tersebut jelas membuat tenaga medis (nakes) yang menjadi salah satu garda terdepan dalam menangani sebaran Covid-19 kelawahan. Pasalnya, saat ini sejumlah rumah sakit masih kekurangan tenaga medis.

Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin. Walhasil, pihak manajemen rumah sakit ini pun mengajukan penambahan untuk tenaga medis tersebut ke Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin. 

Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah, dr Sukotjo Hartono menyebut, sedikitnya ada 100 tenaga medis yang diajukan untuk menambah kekurangan ini. Mereka terdiri dari dokter spesialis paru, dokter umum, perawat, bidan, hingga pelayanan administrasi. 

BACA : Dokter dan Perawat Terjangkit, 11 Karyawan RSUD Sultan Suriansyah Positif Covid-19

“Usulan sudah kami ajukan ke Dinkes Kota Banjarmasin,” ucap Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah dr Sukotjo Hartono kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (2/7/2020).

Sukotjo menjelaskan, penambahan tenaga medis tersebut sangat diperlukan. Mengingat saat ini rumah sakit milik Pemkot Banjarmasin tersebut sebagai rumah sakit rujukan pasien virus Covid-19.

Di samping untuk memenuhi keperluan persiapan rumah sakit rujukan, penambahan ini juga guna menutupi kekurangan akibat beberapa tenaga medis di rumah sakit tersebut sebagian juga turut terpapar virus Corona. 

BACA JUGA : Ahli Paru Yang Minim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ikut Tangani Pasien Covid-19 Di Kalsel

“Pertama untuk persiapan RS Sultan Suriansyah sebagai rumah sakit rujukan yang targetnya memilik seratus bed (tempat tidur). Ditambah menutupi tenaga kesehatan yang terpapar,” jelasnya. 

Manajemen RSUD Sultan Suriansyah memang telah melakukan penelusuran kasus penularan virus Corona di internalnya. Dari 427 karyawan yang menjalani rapid test, sedikitnya ada 65 orang dinyatakan reaktif. Dan dari yang reaktif tersebut 11 orang dinyatakan positif.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.