ACT

Isu Berolahraga Pakai Masker Berbahaya, IDI Kalsel : Tak Pakai Lebih Berbahaya

0 241

SEJAK menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Banjarmasin pada Jumat (24/4/2020) lalu, masyarakat dituntut untuk berdiam diri di rumah, baik melakukan pekerjaan kantor hingga aktivitas lainnya.

SEIRING dengan berakhirnya pembatasan gerak publik pada akhir Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin mulai memasang status tanggap darurat pasca-PSBB dan bersiap menuju tatanan kehidupan normal baru dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Hal itu yang membuat masyarakat harus mulai terbiasa menjalankan aktivitas normal seperti sedia kala. Namun, tampaknya pelonggaran kebijakan tersebut masih banyak disalah-artikan dan belum dipahami oleh kalangan masyarakat.

BACA : Tak Takut Corona, Warga Banjarmasin Tetap Ngeyel Berolahraga di Car Free Day

Banyak masyarakat yang melupakan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di lur rumah. Hal itu terbukti saat kegiatan Car Free Day di kawasan Siring Tendean hingga di areal Jalan Jenderal Sudirman.

Dari pantauan jejakrekam.com, Minggu (21/6/2020) pekan lalu dan terlihat pula pada Minggu (28/6/2020), masih sangat banyak masyarakat yang tak menggunakan masker saat melakukan aktivitas maupun berolahraga di tengah kerumunan banyak orang.

Saat ditanya, rata-rata jawaban mereka merasa risih dan sulit bernafas saat beraktivitas apabila memakai penutup hidung dan mulut itu. Apalagi beberapa waktu lalu, kabar meninggal seorang pesepeda kehabisan oksigen karena berolahraga pakai masker beredar di media sosial.

BACA JUGA : Sudah Ditegur Dishub, Masih Saja Ada Warga yang Berolahraga di Areal CFD

Menyikapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Selatan dr Mohammad Rudiansyah menyebut, beraktivitas di luar rumah dan tidak menggunakan masker lebih rentan tertular virus corona.

“Dengan olahraga tanpa menggunakan masker pada saat ini itu salah, karena penularan virus terjadi pada mulut, hidung dan sebagainya. Apalagi berada di kerumunan banyak orang,” ucap Rudi saat dihubungi jejakrekam.com, Minggu (28/6/2020).

Kendati demikian, ia tak menampik saat berolahraga berat dengan menggunakan penutup hidung dan mulut dapat berpotensi mengakibatkan saluran pernafasan tidak lancar.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini menyarankan, olahraga yang ideal di tengah pandemi saat ini yaitu olahraga yang hanya diikuti orang terbatas.

“Artinya kita menyarankan olahraga itu terbatas dan jangan di kerumunan banyak orang,” ujarnya. “Istilahnya sekarang apakah dia mau berolahraga atau hanya sekadar berkumpul rame-rame,” singgungnya.

BACA JUGA : Warga Nekat Tak Pakai Masker, Kodim 1007/Banjarmasin Siapkan Sanksi Push-Up

Bahkan, Rudi menyarankan agar aktivitas yang berpotensi mengumpulkan banyak orang tidak diizinkan terlebih dahulu oleh pemerintah setempat. “Ya kalau kita sih CFD (car free day) masih belum layak untuk dibuka karena kondisi kasus Covid-19 yang terus menaik,” sarannya.

Memang sebelumnya, Walikota Ibnu Sina menegaskan masih belum memberi izin untuk membuka kawasan wisata Siring Tendean, termasuk aktivitas CFD. Meski begitu, masyarakat tetap memadati kawasan wisata andalan Kota Seribu Sungai tersebut pada pekan lalu.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.