ACT

Pemuda Muhammadiyah Minta Pelaksanaan Pilkada Kalsel 2020 Harus Jamin Keselamatan Warga

0 96

KONTES Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang rencananya bakal dilaksanakan di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19) memantik diskusi yang beragam oleh banyak pihak. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Selatan pun ikut angkat suara ihwal persiapan pelaksanaan pesta politik lima tahunan ini.

DALAM diskusi virtual bertajuk ‘Pilkada di Tengah Pandemi’, pada Minggu (21/6/2020) organisasi kepemudaan otonom Muhammdiyah ini mengundang unsur penyelenggara- pengawas pemilu, serta tenaga kesehatan. Seperti Siswandi Reya’an (KPU Kalsel), Nur Kholis Madjid (Bawaslu), Khoirunnisa N Agustyati (Perludem) dan dr. Meldy Muzada Elfa.

Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Kalsel , Nopriyadi Muluk, menyatakan pelaksanaan lanjutan tahapan Pilkada yang telah diputuskan oleh Pemerintah harus didukung dan disukseskan bersama. Meskipun ada beberapa persolan yang timbul karena pilkada di tengah pandemi yang belum berakhir.

“Pilkada ditengah pandemi mengharuskan ada perubahan regulasi dan kerangka hukum yang adaptif. Disamping menjalankan Pilkada berdasarkan Undang-Undang Pilkada, disisi lain harus menjalankan
protokol kesehatan covid-19” ujar Nopriyandi yang juga ketua pelaksana webinar tersebut.

Selain itu, kata dia, meskipun dalam kondisi pandemik diharapkan tidak mengurangi kualitas Pilkada terutama partisipasi masyarakat. Sehingga dapat menghasilkan kepala daerah terbaik.

Sementara itu, dr. Meldy selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalsel sekaligus sebagai pembicara dalam webinar tersebut menekankan akan pentingnya keselamatan rakyat sebagai prinsip utama dari
demokrasi.

BACA: Peduli Sesama, Pemuda Muhammadiyah Bagikan Sembako dan APD

Kata Meldy, tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Pemilu 2019 cukup menjadi yang pertama dan terakhir dalam sejarah perjalanan demokrasi.

“Pilkada ditengah pandemik harus benar-benar sesuai protokol
kesehatan Covid-19 yang ketat, baik penyelenggara, peserta, dan pemilih harus disiplin” kata dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ulin Banjarmasin tersebut.

“Pilkada yang sehat harus menjadi komitmen kita Bersama, atas dasar nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Siti Nurdianti

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.