Alasan Kemanusiaan, Aditya Mufti Ariffin Pilih Mundur sebagai Calon Walikota Banjarbaru

0

KABAR mengejutkan disampaikan HM Aditya Mufti Ariffin. Putra mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode ini secara terbuka menyampaikan mundur dari pencalonan dirinya sebagai calon Walikota Banjarbaru pada suksesi 2020 mendatang.

PERTIMBANGAN matang ini diakui Aditya Mufti Ariffin sudah berkooordinasi dengan tim sukses dan relawan, karena pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar pada Rabu, 9 Desember 2020 diperkirakan masih berada di tengah pandemi Covid-19.

Ketua DPW PPP Kalimantan Selatan ini mengakui pertimbangan dirinya pada sisi kemanusiaan, karena dari sisi keamanan dan keselamatan para pendukungnya di tengah pandemi Covid-19.

“Setahun yang lalu, kami sudah menyatakan maju sebagai bakal calon Walikota Banjarbaru. Saat itu, keadaan masih normal. Namun, kami menyatakan tidak melanjutkan proses maju pencalonan di masa pandemi seperti sekarang,” ucap Aditya Mufti Ariffin yang akrab disapa Ovi kepada awak media di Banjarbaru, Senin (15/6/2020).

BACA : Diusung Koalisi Golkar-PPP-PDIP, Aditya-Irwansyah Yakin Juarai Pilwali Banjarbaru

Ia menegaskan pertimbangan aspek kemanusiaan dalam memutuskan hal terpenting dalam karir politiknya. Mantan anggota DPR RI mengatakan justru proses demokrasi lebih elok jika diundur, ketika pandemi Covid-19 telah berakhir. “Kalau tidak, maka saya tidak melanjutkan pencalonan diri,” tegas Ovi.

Ovi sendiri telah mengantongi surat rekomendasi DPP PPP berpasangan dengan AR Iwansyah, Wakil Ketua DPRD Banjarbaru dari Partai Golkar. Formulasinya, empat kursi PPP, plus lima kursi milik Golkar. Bahkan, PDI Perjuangan juga telah memberi hak suaranya ke duet Aditya-Iwansyah di Pilwali Banjarbaru 2020 mendatang.

BACA JUGA : PPP Tawarkan Golkar, Mau Koalisi Permanen atau Celup Lepas!

Alasan Ovi juga menyangkut terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 yang disahkan pada 12 Juni 2020, berdasar hasil kesepakatan pemerintah, Komisi II DPR RI dan penyelenggara pemilu; Bawaslu, KPU dan DKPP bahwa pilkada serentak digelar pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Terpisah, Sekretaris DPW PPP Kalsel Asbullah menghormati keputusan yang diambil sang ketua untuk mundur dari pencalonan Walikota Banjarbaru.

BACA JUGA : Darmawan Jaya Setiawan Dinonaktifkan sebagai Ketua DPC PPP Banjarbaru?

“Alasan kemanusiaan yang dikemukan saudara Aditya, patut dihormati. Yang pasti, keputusan mundur ini akan segera dibicarakan di internal partai. Karena, harus dikoordinasikan dengan DPP PPP dan DPW PPP Kalsel,” kata Asbullah.

Anggota DPRD Kalsel ini menegaskan pasangan Aditya-Irwansyah telah disetujui DPP PPP untuk diusung, bersama dengan pasangan calon yang ikut kontestasi di Pilkada Kabupaten Banjar dan Balangan.

“Hal yang lebih urgen mungkin menjadi pertimbangan saudara Aditya. Ya, nanti akan kita bicarakan lebih lanjut,” tandas Asbullah.

BACA JUGA : Nadjmi Jaya Janji Bawa Perubahan yang Lebih Baik Lagi

Sekadar mengingatkan, selain Aditya Mufti Ariffin, PPP sendiri memiliki kader Kab’bah yang maju di suksesi Banjarbaru 2020. Yakni, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, meski akhirnya dicopot sebagai Ketua DPC PPP Banjarbaru.

Padahal, koalisi yang dibangun Aditya-Irwansyah dari tiga parpol melampaui ambang batas minimal parpol pengusung yang memiliki kursi di DPRD Banjarbaru hasil Pemilu 2019 lalu.(jejakrekam)

Penulis Syahminan/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.