Terbanyak di Indonesia, Tambah 103 Kasus Covid-19, Banjarmasin Dipenuhi Zona Merah

0

SEBARAN kian masif membuat kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Banjarmasin kembali mengalami lonjakan yang sangat drastis, bahkan bisa dikatakan luar biasa tajam.

PASALNYA, per Kamis (4/6/2020) ini, jumlah positif Covid-19 di ibukota Kalimantan Selatan itu mengalami penambahan sebanyak 103 kasus.

Itu terbukti dari data terakhir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, Kamis (4/6/2020) pukul 16.00 Wita. Di mana total kasus positif Covid-19 di Kota Seribu Sungai kini berjumlah 580 orang. Diantaranya 10 orang berasal dari luar wilayah.

Rinciannya, saat ini ada 468 pasien masih dirawat dan 78 orang meninggal dunia. Sedangkan untuk jumlah kesembuhan tidak mengalami penambahan dan tetap masih di angka 24 orang.

BACA : 34 Positif dan 3 Meninggal Dunia dalam Sehari, Kasus Covid-19 Banjarmasin Mendekati Angka 500

Ironisnya lagi, dari data Kementerian Kesehatan pukul 12.00 Wib, Provinsi Kalsel merupakan penyumbang kasus terbanyak di Indonesia pada hari ini dengan 109 kasus. Di mana 103 kasus diantaranya disumbang oleh Kota Banjarmasin.

Hal itu juga disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes, Achmad Yurianto saat memaparkan laporan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Yuri menyebut, Provinsi Kalsel mengalami perkembangan yang pesat. Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan temukan dari hasil tracking di dua pasar tradisional yang dilakukan pemerintah setempat pada seminggu terakhir.

“Dari penyelidikan epidemiologi yang dilakukan dari hasil tracking mendapatkan fakta baru. Ini adalah kontak erat yang dilakukan di dua pasar pada seminggu yang lalu,” ucap Yuri dalam siaran persnya, Kamis (4/6/2020).

BACA JUGA : PSBB Berakhir, Kasus Covid-19 Tinggi, Banjarmasin Tak Berlakukan New Normal

Lebih rinci, tim medis juga memaparkan jumlah sebaran kasus terdampak di kelurahan. Jika sebelumnya Kertak Baru Ulu dinyatakan nol kasus, saat ini kelurahan yang berada di Kecamatan Banjarmasin Tengah itu sudah terdapat 1 kasus terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Walhasil, sebaran kasus terdampak virus berbahaya itu sudah merata di 52 kelurahan di Banjarmasin atau 100 persen zona merah Covid-19.

Sementara, tim GTPP mencatat terdapat tambahan 9 orang dalam pemantauan (ODP) sehingga totalnya menjadi 432. Serta, 11 tambahan pasien dalam pengawasan (PDP) yang berarti saat ini berjumlah 141 orang.

Jumlah kasus Covid-19 di Banjarmasin tersebut diprediksi masih akan terus  mengalami lonjakan. Hal itu lantaran ibukota Kalsel ini kembali menambah alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk pemeriksaan hasil swab.

BACA JUGA : Sumbang Ratusan Kasus Covid-19, Penerapan Protokol Kesehatan Dipertegas di Pasar Tradisional

Praktis, kini Banjarmasin tidak perlu lagi menunggu hasil tes swab yang dilakukan di Kota Banjarbaru karena sudah bisa melaksanakan tes swab mandiri dan mengetahui hasilnya lebih cepat.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi menargetkan sebanyak 100 hingga 150 sampel tes swab bakal dilakukan setiap harinya. Apalagi, masih terdapat ratusan orang yang dijadwalkan menjalani tes swab.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.