Target 400 Sampel Tes Swab per Hari, GTPP Covid-19 Kalsel : Tak Ada Lagi PDP

0 122

PEMPROV Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat dengan menambah kembali alat pengujian hasil swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR), sehingga saat ini Kalsel memiliki empat alat PCR.

METODE PCR atau yang sering disebut dengan swab test ini merupakan alat pendeteksi materi genetis khusus dalam virus. Metode ini menggunakan pengambilan sampel lendir dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan.

Hal itu dilakukan agar kegiatan tracking contact (penelusuran kontak) kepada orang yang dicurigai terpapar virus Corona (Covid-19) lebih efektif. Sehingga pemutusan mata rantai Covid-19 yang diinginkan warga Kalsel dapat lebih cepat.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisal Nurofiq mengatakan, pihaknya menargetkan untuk satu hari bakal ada pemeriksaan melalui metode PCR sebanyak 400 sampel.

BACA : Labkes Provinsi Kalsel Sangat Layak Jadi Rujukan Tes PCR Covid-19

“Alatnya sudah ada semua. Anggap satu alat bisa satu kalu runing, kalau dua runing bisa selesai semua,” ujar Hanif kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020).

Bahkan, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel ini menegaskan, dalam waktu dekat tidak ada lagi kategori pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Banua.

“Sehingga kita targetkan minggu depan tidak ada lagi yang namanya pasien dalam pengawasan (PDP). Masa kita punya alat cukup lengkap, masih ada PDP,” ujarnya.

BACA JUGA : Efektif Deteksi Pasien Covid-19, DPRD Kalsel Minta Alat PCR Digunakan Lebih Optimal

Kemudian, lanjut Hanif, kategori orang dalam pemantauan (ODP) hanya ditujukan kepada warga yang telah melakulan rapid test, namun hasilnya non-reaktif. Sedangkan, untuk mereka yang hasilnya reaktif berdasarkan tes cepat, praktis langsung dilakukan uji tes swab.

Masih kata Hanif, GTPP Covid-19 Kalsel berupaya keras menemukan orang penderita virus corona khususnya yang tanpa gejala (OTG) sebanyak-banyaknya dengan cepat, melalui kegiatan tracing dan tracking contact.

BACA JUGA : Ungkap Lebih Banyak Kasus Covid-19, Banjarmasin Didorong Adakan Alat PCR Sendiri

“Yang namanya prestasi, rata-rata kita dapati sebelum mereka bergejala dan terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi jika banyak yang meninggal, itu merupakan kelalaian kita dalam melakukan tracing dan tracking,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.