ACT

Selama Ramadhan, Banjarmasin Alami Penambahan 188 Kasus Positif Covid-19

0 96

SEJAK mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarmasin pada pertengahan Maret 2020 lalu, hingga Sabtu (23/5/2020) atau terakhir Ramadhan 1441 Hijriyah, kasus orang terpapar virus Corona terus mengalami kenaikan.

LONJAKAN kasus tersebut tepatnya terjadi saat Banjarmasin menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dijalankan pada hari pertama Ramadhan 1441 Hijriyah pada Jumat (24/4/2020) lalu.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin selama bulan Ramadhan ini, sejak Jumat (24/4/2020) hingga Sabtu (23/5/2020) hari ini, grafik kasus mengalami kelonjakan.

Detailnya, sehari sebelum berakhirnya Ramadhan per Sabtu (23/5/2020), terdapat 32 kasus positif dan lima orang meninggal dunia pada hari pertama penerapan PSBB. Angka tersebut terus naik selama 30 hari berjalan, yang kini mencatat sebanyak 220 kasus dan 50 orang meninggal.

Artinya, selama bulan Ramadhan ini Banjarmasin mengalami penambahan kasus positif sebanyak 188 orang. Sebarannya, 50 dari 52 kelurahan yang ada di Kota Seribu Sungai itu sudah terpapar Covid-19 atau sebesar 98 persen. Kini tersisa, hanya Kelurahan Alalak Tengah (Banjarmasin Utara) dan Kertak Baru Ulu (Banjarmasin Tengah) yang terkepung zona merah.

Sementara jumlah pasien meninggal dunia dinyatakan bertambah sebanyak 45 orang, sepanjang Ramadhan. Dengan populasi yang didominasi jenis kelamin laki-laki di usia rata-rata 46-55 tahun.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi sempat mengakui bahwa persentase kasus kematian akibat Covid-19 di ibukota Kalsel itu merupakan yang tertinggi di dunia.

Sedangkan untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), kini berjumlah 91 orang dan 516 orang dalam pengawasan (ODP). Sisanya, 758 ODP telah selesai dipantau, 1.251 warga kota yang melakukan perjalanan dan 708 orang tanpa gejala (OTG).

Bahkan, case fatality ratio (CFR) atau tingkat fatalitas kasus di Banjarmasin tertinggi mencapai 22,7 persen dibanding daerah lain di Kalimantan Selatan. Rasio ini didapat dari angka kematian akibat terinfeksi virus Corona, karena hingga kini terdata ada 50 orang jadi korban.

Kasus tertinggi Covid-19 di Banjarmasin terdapat di Kelurahan Sungai Bilu dengan 17 kasus, disusul 16 kasus di Pekapuran Raya, dan 9 kasus masing-masing disumbang Pemurus Baru, Murung Raya dan Teluk Dalam, dan 8 kasus terdapat di Kelurahan Sungai Miai dan Pelambuan.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.