Cerita Barista, Bertahan dengan Kopi di Tengah Pandemi

0

ADA satu hal yang terpaksa hilang untuk sementara akibat pandemi virus Corona. Keleluasaan berkumpul dan bertatap muka di luar rumah harus. Demi mencegah penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu. 

KONSEP bisnis kuliner khususnya coffe shop yang tren di kalangan anak muda pun, harus berganti arah. Industri kopi harus berinovasi. Termasuk cara jual dan program kerja mereka. 

Pasalnya, sebelum terjadinya pandemi, coffee shop menjadi sebuah third space atau tempat ketiga di antara rumah dan kantor. 

Apalagi mereka tak hanya menawarkan produk minuman, namun juga experience berupa interaksi dan suasana. Tentu di situasi sekarang, justru menjadi hambatan bagi pebisnis kopi. 

BACA : Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir Tergantung Disiplin Masyarakat Taati PSBB

Lantas bagaimana mengatasinya di tengah pandemi ini?  Menurut barista (pekerja kopi) cantik Novia Cesar, secara general industri food & beverage sedang krisis. Apalagi di daerah yang penyebaran Covid 19-nya tinggi. Tentu sangat memberikan dampak besar.

“Sebagai seorang pekerja di industri kopi, tentu wabah ini sangat berdampak. Namun kita tentu tak mau menyerah. Kita juga memikirkan cara dan strategi ampuh agar konsumen tetap bisa menikmati jualan kita,” kata Novia. 

Perempuan 23 tahun ini menuturkan, saat ini dirinya bersama tim kerja menerapkan program jualan package atau paket kopi untuk para konsumen agar bisa lebih mudah dinikmati di rumah. Tak hanya itu, harga untuk beberapa item menu kopi juga diturunkan. Demi menyesuaikan perekonomi yang menurun. 

Selain itu, melakukan promosi melalui media sosial juga menjadi cara utama. “Kami semakin gencar promosi di sosial media. Karena bagaimana pun, ini menjadi sarana untuk tetap menyuguhkan menu dan item baru agar bisa dikenal dan dinikmati konsumen,” ujarnya. 

BACA JUGA : Masyarakat Miskin dan Rentan Miskin Akibat Pandemi Covid-19 di Kalsel Capai 314.559 KK

Sejauh ini, barista berhijab kelahiran Banjarbaru yang menekuni dunia kopi dari tahun 2017 hingga sekarang ini, tetap menjalani aktivitas bekerja rutinya di sebuah coffe shop ternama yang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Ia pun berharap pasca pandemi Covid-19, industri kopi bisa kembali normal. “Mudah-mudahan pandemi ini bisa cepat berlalu, sehingga penjualan bisa normal kembali dan konsumen juga bisa menikmati kopi dengan segala cita rasa khasnya di waktu santai mereka dengan bertatap muka,” Novia Cesar.(jejakrekam)

Penulis Deden
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.