ACT

Di Tengah Pandemi Covid-19, Penjualan Emas Mulai Meningkat Jelang Lebaran

0 51

PARA pedagang emas di Banjarmasin mulai rasakan adanya peningkatan daya beli dari masyarakat akan emas beberapa hari terakhir jelang lebaran Idul Fitri 1441 H.

HAL tersebut seiring cairnya sebagian tunjangan hari raya (THR) di pemerintahan maupun sektor swasta yang mana sempat membuat cemas karena keadaan ditengah pandemi Covid-19.

Salah satu perdagangan emas di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin H Gurdan mengklaim, sejak mulai dicairkannya THR maka masyarakat mulai berbondong-bondong membeli emas untuk investasi.

BACA : Gejolak Dua Negara, Harga Emas Tembus Rp 700 Ribu Pergram

“Sejak 1-2 hari lalu penjualan emas mulai kembali meningkat hingga 30 persen. Kemungkinan hari ini akan meningkat lagi 50 persen sampai H-1 menjelang lebaran,” katanya owner Toko Emas H Taisir, Kamis (21/5/2020).

Dirinya mengakui pandemi Covid-19 sangat memukul penjualan emas 2 bulan terakhir. Bahkan sebelumnya hanya sekitar 20 persen saja yang membeli emas, sedangkan 80 persennya menjual emas.

“Jangankan mau beli emas, investasi emas yang ada saja banyak dijual masyarakat karena tingginya keperluan dan turunnya omset pendapatan mereka sekarang,” jelasnya.

Padahal harga emas sendiri sudah mulai mengalami penurunan sejak 1 bulan terakhir. Untuk harga emas 99 persen misalnya dijual Rp820.000 pergram dari sebelumnya Rp 850.000 pergram. Lalu untuk emas batangan dari Rp 845.000 pergram kini menjadi Rp 815.000 pergram.

“Kemudian untuk emas 70 persen menjadi Rp 620.000 pergram setelah sebelumnya Rp 650.000 pergram. Begitu juga dengan emas 42 persen yang kini hanya Rp 330.000 pergram, padahal sebelumnya tembus Rp 360.000 pergram,” ungkapnya.

Sebelumnya, H Rahim pedagang emas lainnya di Pasar Lama Banjarmasin juga mengakui pembelian emas ditempatnya mengalami penurunan drastis sejak pandemi Covid-19. Biasanya sepekan sebelum lebaran penjualan emas dapat mencapai 80 persen dan hanya 20 persen yang menjual.

“Sekarang ini baru H-2 jelang lebaran yang mulai ramai, itu pun hanya mencapai 50 persen yang membeli dan sisanya masih banyak yang menjual,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.