Husairi Abdi

Walau Zona Hijau Covid-19, Adaro Tetap Sumbang HSU

0

MESKI Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih berada di zona hijau dan aman dari Covid19, namun perusahaan tambang terbesar di Kalimantan Selatan, PT Adaro Indonesia tetap membantu.

BANTUAN berupa alat pelindung diri (APD) dan masker medis diserahkan perwakilan PT Adaro Indonesia, Khairullah kepada Bupati HSU H Abdul Wahid HK di halaman rumah dinasnya, Amuntia, Rabu (29/4/2020).

Khairullah mengungkapkan bantuan alat kesehatan yang diserahkan berupa k 65 set APD, masker media sebanyak 9.500 pcs. Bantuan itu berasal dari dana corporate social responsilibity (CSR), perusahan pertambangan batubara bersama mitra kerja.

“Bantuan APD dan masker medis ini untuk mendukung pemerintah daerah, khususnya Pemkab HSU dalam penanganan pandemi Covid-19,” ujar Khairullah.

BACA : Tutup Defisit Anggaran, Pemkab HSU Gunakan Silpa Tahun Lalu

Menurut dia, dukungan perusahaan tambang untuk pemerintah daerah, terutama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, agar daerah ini tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona.

“Sekarang HSU masih berada di zona hijau atau belum terdampak pasien positif. Kami berharap Kabupaten HSU, tidak ada kasus positif Covid-19,” ucap Khairullah.

Bupati HSU H Abdul Wahid HK atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada  Adaro dalam menunjang daerah untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

“Pemerintah daerah dan masyarakat HSU bersyukur berkat doa para  ulama dan warganya, hingga sampai saat ini mudah-mudahan HSU selalu dibebaskan dari wabah virus Corona. Alhamdulillah sampai hari ini, HSU merupakan daerah yang tidak ditemukan kasus Covid-19,” ucapnya.

BACA JUGA : Minus HSU, 12 Kabupaten dan Kota se-Kalsel Setor 61 Pasien Covid-19

Namun, Wahid tetap mengingatkan masyarakat hendaknya menjaga dan menghindari diri agar tak terjangkit Covid-19.

“Kami mengimbau tidak henti-hentinya masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun atau berwudhu sesering mungkin dan tetap membiasakan hidup bersih sehat baik di lingkungan tempat tinggal dan sehari-hari atau PHBS,” ujarnya.

“Selain itu, hindari kerumunan berkumpul terutama di luar rumah. Kita harus ekstra hati-hati, walaupun terpaksa juga, harus menjaga jarak saat  komunikasi,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Muhammad
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.