ACT

Terinspirasi Wabah, Kaligrafi Nan Indah Lahir dari Tangan Seniman Basahab

0 136

WABAH virus Corona (Covid-19) benar-benar membuat banyak orng merasa cemas, khawatir bahkan mungkin tertekan dengan kondisi seperti sekarang.  Namun, ada pula yang menyikapi pandemi Covid-19 ini justru dengan berkarya di rumah.

SIKAP dan tindakan positif dan kreatif ini dilakoni Haji Gayus.  Pelukis yang tinggal di Kampung (Desa) Basahab, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengisi waktu di tengah histeria Corona dengan melahirkan karya apik dari goresan kuas dan catnya di atas kertas karton.

Pria yang selalu ringan tangan membantu dekorasi kegiatan pemerintah daera, dinas atau lembaga keuangan hingga hajatan perkawinan ini, justru menjadikan pandemi Covid-19 sebagai inspirasinya dalam melukis di atas kanvas dan kertas putih.

“Melukis adalah hobi lama yang lama sudah saya tinggalkan. Namun, waktu pandemi Covid-19, jelas mengubah inspirasi saya untuk membuat lukisan dengan objek kaligrafi Arab,” tutur Haji Gayus kepada peneliti antropologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Setia Budhi di Marabahan, Kamis (23/4/2020).

BACA : Mengimpikan Pasar Seni, Pelukis Banua Seakan Dianaktirikan

Bakat alami yang dimiliki Haji Gayus, membuatnya sangat lihai memainkan warna dan kuas menari di atas kanvas. Untuk mengasah kemampuannya dalam seni lukis berbagai aliran ini, Haji Gayus mengaku mendapat bimbingan langsung dari orangtuanya, seorang seniman dan sastrawan di Marabahan, Majirun Getas.

“Ya, saya saya beruntung. Sejak kecil dibimbing ayah saya untuk melukis. Ayah saya itu melukis pemandangan dan lukisan foto,” ucap Haji Gayus, mengenang sang ayah yang juga pencipta lambang Kabupaten Barito Kuala (Batola) itu..

Di tengah pandemi Covid-19, sosok kreatif tentu saja tak akan berhenti berkarya. Lahirnya lukisan kaligrafi berbagai aliran adalah satu di antara bukti kreavifitas tak terhalang apapun, sekaligus ikhtiar memasuki bulan suci Ramadhan.

“Berkontribusi sekecil apa pun dan sekaligus bagaimana berikhtiar menjaga agar dapat terus berkarya, di tengah pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini,” ucap Gayus.

BACA JUGA : Galeri Lukis Nanang M Yus, Jawaban dari Impian yang Diabaikan Pemda

Ia mengatakan seiring pemberlakuan social distancing (jaga jarak sosial), maka perlahan tapi pasti usaha di bidang seni khususnya art dekorasi dari hari ke hari terus merosot. Bahkan, perolehan profit atau keuntungan yang semakin berkurang.

“Pendapatan usaha terus menurun. Tapi kebutuhan kami buat sehari-hari harus tetap dipenuhi, maka lahirlah konsep lukisan,” kata Gayus.

“Yang pasti, siapa tahu ada yang beminat untuk sebuah kreativitas, lukisan ini bisa saja saya lepas,” ucapnya lagi.

Gayus pun mengatakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, sebagian hasil dari karya lukisnya yang terjual atau dibeli para kolektor, pencinta seni atau lainnya akan didonasikan untuk panti asuhan.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.