ACT

Liga 1 Libur, Manajemen, Pelatih dan Pemain Barito Putera Sepakat Potong Gaji

0 49

MANAJEMEN, pelatih, pemain dan ofisial klub PS Barito Putera telah menyepakati besaran pemotongan gaji periode Maret-Juni 2020, menyusul terhentinya gelaran kompetisi Shopee Liga 1 tahun 2020 akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.

SEMUA pihak sepakat menjadikan Surat Keputusan (SK) PSSI No.48 tertanggal 27 Maret 2020 sebagai acuan.

CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman dalam siaran persnya, Selasa (14/4/2020) menjelaskan dalam keputusan PSSI tersebut antara lain ada klausa perihal opsi perubahan kontrak kerja yang sebelumnya sudah disepakati antara manajemen klub dengan pelatih, pemain dan ofisial.

“Klub hanya diwajibkan membayarkan maksimal 25 persen dari nilai yang tertera di dalam kontrak kerja untuk periode Maret sampai dengan Juni,” kata Hasnuryadi.

BACA : Liga 1 2020 Ditunda PSSI, Tim Barito Putera Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini  mengungkapkan pemotongan gaji hingga 75 persen ini bisa dimaklumi oleh pelatih, pemain dan ofisial tim berjuluk Laskar Antasari.

Tak lama setelah tim diliburkan pada pertengahan Maret lalu, Pelatih Kepala Djadjang Nurdjaman dalam kesempatan wawancara dengan media massa, mengaku tak mempersoalkan apabila dalam kondisi force majeure seperti ini manajemen mengurangi gaji personel tim.

Hal senada disampaikan pemain PS Barito Putera, yang diwakili Rizky Rizaldi Pora selaku kapten tim dan Bayu Pradana yang merupakan wakil kapten tim. Keduanya mendukung penuh kebijakan yang ditempuh pihak manajemen klub.

Menurut mereka, langkah tersebut setidaknya dapat membantu meringankan beban yang harus dihadapi klub pada situasi terhentinya kompetisi. Apalagi tidak bisa dipastikan kondisi seperti ini sampai kapan bakal berakhir.

BACA JUGA : Belum Dapat Subsidi Dari LIB, Barito Putera Jamin Tetap Bayar Gaji Pemain

Di sisi lain, Hasnuryadi menambahkan situasi yang dihadapi saat ini sama-sama tidak diinginkan oleh semua pihak. Karenanya Hasnuryadi berharap, kondisi ini sekaligus menjadi ujian bagi keluarga besar PS Barito Putera untuk bertahan sekuat tenaga menghadapinya.

“Dengan tetap memegang nilai-nilai dasar yang selalu diingatkan oleh pendiri PS Barito Putera, mendiang Haji Abdussamad Sulaiman HB, yakni kekeluargaan dan kebersamaan,” tuturnya.

Menurut Hasnur, manajemen sadar sepenuhnya, situasi yang dialami kali ini memang teramat berat. Tidak ada yang ingin ini sampai terjadi.

“Tapi sekarang semua sudah dan sedang terjadi, entah sampai kapan akan berakhir, kita semua tidak ada yang bisa memastikannya. Hanya dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan dibarengi semangat kekeluargaan serta kebersamaan yang diwariskan Almarhum Abah Haji Abdussamad Sulaiman HB, insya Allah Barito Putera tetap mampu bertahan,” paparnya.

Hasnuryadi mengaku sangat meyakini pesan yang kerap disampaikan mendiang ayahandanya itulah yang menjadi pilar kokoh, sehingga PS Barito Putera mampu mengarungi dunia persepakbolaan di tanah Air selama lebih dari tiga dekade lamanya.

“Tak lupa kami selalu memohonkan doa dari semua pihak, khususnya para pecinta PS Barito Putera, agar situasi sulit ini cepat berlalu dan kompetisi Liga 1 bisa segera bergulir lagi,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.