ACT

APD Langka, Tangani ODP Covid-19 Petugas Medis Puskesmas Terpaksa Pakai Jas Hujan

0 302

DI TENGAH keterbatasan alat pelindung diri (APD) melawan virus Corona yang kian menyebar menjadi persoalan baru. Ironisnya, alat kesehatan lainnya seperti masker, antiseptic, hand sanitizer (pembersih tangan) turut mengalami kelangkaan di pasar.

KELANGKAAN ini dipicu tingginya permintaan masyarakat dalam mencegah terjangkit virus Corona (Covid-19). Bukan hanya petugas medis, masyarakat pun turut menyerbu sejumlah alat kesehatan, guna melindungi dirinya.

Hasilnya, para petugas medis yang berada sebagai garda terdepan untuk melawan Covid-19, harus menggunakan alat seadanya.

Fenomena ini ditemui di beberapa puskesmas dan rumah sakit yang ada di Banjarmasin.  Bahkan, para petugas medis di puskesmas tersebut harus memakai jas hujan sebagai APD untuk menangani orang dalam pemantauan (ODP) kasus Corona.

BACA : Arahan dari Dokter, Warga Banjarbaru Produksi APD

Jika dilihat dari segi kualitas, APD yang seharusnya digunakan petugas medis harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Di mana APD ini dibuat dengan bahan yang sudah sesuai ketentuan dan hanya bisa digunakan untuk sekali pakai.

Menanggapi fakta tersebut, Walikota Ibnu Sina tak menepisnya. Ia menyebut memang ada petugas medis di puskesmas yang ada di Banjarmasin, ditemukan masih menggunakan jas hujan saat menangani atau memeriksa orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

“Sebenarnya, APD sebenarnya sudah dipesan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, namun kedatangan APD itu diprediksi terlambat. Sebab, saat ini akses transportasi lintas wilayah seperti jalur udara hingga laut dibatasi,” ucap Walikota Ibnu Sina kepada awak media di Balai Kota, Kamis (2/4/2020).

“APD ini sudah kita pesan, tetapi kan ketersediaannya dari Pulau Jawa. Sementara, terkendala penerbangan dan juga seluruh Indonesia berebut barang ini,” kata Ibnu Sina.

BACA JUGA : 17 RS Kebagian APD, Terbanyak RSUD Hasan Basry Kandangan di Banua Anam

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan APD merupakan alat prioritas yang saat ini dibutuhkan petugas medis dalam melawan virus Corona. “Makanya, Pemkot Banjarmasin sangat mengupayakan APD dengan kualitas yang sesuai SOP. Jangan sampai garda terdepan untuk melawan dan menangani Covid-19 ini justru bertumbangan karena APD yang tidak memadai,” tutur Ibnu Sina.

Namun, beber Ibnu Sina, untuk sementara petugas medis dari puskesmas maupun Rumah Sakit yang kehabisan stok APD untuk melindungi diri dengan alat yang tersedia dahulu.

BACA JUGA : Pasokan APD Petugas Covid-19 untuk Kalsel Telah Dikirim Kemenkes

Mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini mengungkapkan jumlah APD yang dipesan Pemkot Banjarmasin menggunakan seluruh realokasi dana tak terduga dalam APBD Banjarmasin tahun anggaran 2020.

“Di mana anggaran yang dibutuhkan setelah adanya kesepakatan realokasi dana untuk penanganan Covid-19 hingga bulan Mei di Kota Banjarmasin sekitar Rp 38 miliar,” tuturnya.

“Dari dana anggaran tidak terduga itu langsung dipesan kemarin. Dari rumah sakit langsung memesan ke penyedia,” sambung Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.