ACT

Gara-Gara Covid-19, Omzet Bisnis Kuliner Turun Drastis

0 62

SALAH satu pebisnis rumah makan di Banjarmasin Aulia Abdi mengaku, omset bisnisnya turun hingga 50 persen lebih semenjak adanya pemberhentian sementara aktivitas sekolah hingga perkantoran sepekan terakhir.

HAL tersebut merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk mengurangi dampak wabah Virus Corona lebih meluas lagi penyebarannya.

“Sekarang banyak masyarakat yang lebih memilih beraktifitas. Akibatnya bisnis kami pun mengalami penurunan omset hingga 50 persen lebih,” ungkap Owner Rumah Sambal Acan Raja Banjar (ARB) tersebut kepada awak media di Banjarmasin, Senin (30/3/2020).

BACA : Harga Gula Masih Melonjak, Stok Daging Dan Ayam Melimpah

Bahkan tidak hanya masyarakat yang datang saja yang berkurang. Pemesanan lewat layanan jasa online pun juga ikut berkurang drastis.

“Saya lihat sekarang masyarakat kini lebih banyak memilih membuat makanan sendiri ketimbang beli di rumah makan. Makanya omset pemesanan melalui ojek online ikut mengalami penurunan,” tambahnya.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka dirinya mengaku akan mempertimbangkan penutupan sementara seluruh cabang Rumah makannya dan akan membukanya kembali jika kondisi sudah membaik.

“Untuk beberapa cabang Rumah Sambal ARB memang sudah kita tutup sementara, karena memang sudah tidak imbang lagi antara pemasukan dan biaya operasional. Tapi untuk cabang Banjarmasin masih kita buka sambil melihat situasi ke depannya,” ungkapnya.

BACA JUGA : Pendapatan Menurun, Pedagang Pasar Lima Berharap Heboh Corona Cepat Berakhir

Terkait harapan dirinya pun berharap kepada Pemerintah agar bisa sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan wabah Virus Corona supaya ekonomi bisa kembali bergeliat kembali.

Selain itu diharapkannya pula ada kebijakan peringanan bahkan pemberhentian sementara kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar mereka bisa tetap bertahan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di kondisi yang serba sulit sekarang.

“Semoga masalah peringanan dan pemberhentian kredit ini bisa segera terealisasi. Karena saat ini kita sangat mengharapkan itu agar bisnis yang dijalankan bisa tetap sehat,” tukasnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.