ACT

Bentuk Kepedulian Nasional, ACT Siapkan Corona Crisis Center

0 31

SEBANYAK 137 kasus virus Corona terdeteksi di Indonesia hingga Selasa (17/3.2020), 8 orang di antaranya pulih dan 5 orang meninggal dunia.

DENGAN kondisi yang ada, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan menanggapi hal ini dengan program mitigasi dan distribusi bantuan serta menyiapkan Corona Crisis Center untuk beberapa waktu ke depan.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin menegaskan ACT akan  mengambil peran dalam bencana nasional ini. “Pada kesempatan ini, kami keluarga besar ACT akan mengambil peran. Apa yang kita rasakan saat ini adalah sebuah musibah global dan musibah nasional yaitu bencana  Covid-19,” paparnya.

BACA : MRI-ACT Bagi-bagi Makanan

Menurut dia, dengan semangat optimis, kita bisa menghadapinya bersama-sama dengan negara. Sebagai sebuah musibah berupa wabah virus Corona, ACT akan akan menunjukkan prinsip dan spirit yang sama seperti ketika menghadapi bencana alam.

“Meskipun bencana yang satu ini tentu akan lebih kompleks penanganannya. Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan semangat gotong-royong sebagai nilai utama kita sebagai sebuah bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempat itu, ia menjelaskan ACT akan mengambil peran berupa program edukasi dan aksi nyata. Pertama, ACT akan terus menggerakkan ratusan ribu relawan medis untuk memberikan edukasi terkait virus corona ke seluruh elemen bangsa seluas-luasnya.

“ACT memberikan tindakan preventif yaitu melakukan roadshow di berbagai daerah untuk pelayanan dan penyuluhan kesehatan,” ucapnya.

Kedua, papar Ahyudin, ACT mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, ACT mengimbau untuk memperbanyak bersedekah sebagai cara untuk menolak bala. Keempat, untuk mengantisipasi krisis ekonomi, khususnya untuk masyarakat bawah, ACT berencana untuk menurunkan logistik berupa bantuan pangan.

“ACT akan menyiapkan 1.000 ton logistik pangan dan membagikannya ke berbagai daerah yang terdampak. Bantuan ini sebagai ikhtiar kami untuk terus membersamai masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA : ACT Raih Penghargaan NGO Terfavorit dari Ikadi

Ahyudin menyebut bantuan ini hadir dari program Lumbung Pangan Wakaf, Lumbung Beras Wakaf, dan Lumbung Air Wakaf yang dimiliki.

“Amanah para dermawan akan kami sampaikan melalui program-program terbaik kami. Selain bantuan, kami mengimbau mari bersama menghadang bencana melalui doa. Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Di sisi lain, menurut Ahyudin, bencana ini sebagai momentum kita untuk semakin meningkatkan gerakan sedekah, momentum untuk semakin peduli dengan lingkungan sosial.

Ia mengakui kehadiran Covid-19 juga berimbas pada keseimbangan roda perekonomian. Dampak Covid-19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia.

“Tidak terhitung jumlah bisnis yang terpaksa merumahkan karyawan yang menjadi tulang punggung keluarga. Laporan dari negara-negara terpapar Covid-19 membuktikan bahwa dalam kondisi wabah dan gawat darurat, orang dengan status ekonomi prasejahtera berada dalam posisi paling rentan,” ucapnya.

“Mereka harus berkutat dengan problematika sehari-hari selagi menghadapi stigma dan kondisi kerja yang kian tak pasti,” imbuhnya.

BACA JUGA : Milad ke-8, Yayasan Bina Insan Madani Bersama ACT Kumpulkan Donasi Untuk Palestina dan India

Senada itu, Ibnu Khajar selaku Presiden ACT menyampaikan persiapan ACT dalam menghadapi Covid-19 yang telah menjadi wabah nasional.

“Alhamdulillah, kami hari ini meluncurkan ACT Corona Crisis Center. Ada poin penting yang perlu kita perhatikan, yaitu poin spiritual. Sedekah adalah salah satu anjuran yang telah ditetapkan sebagai cara menolak bala. Kita sebagai bangsa Indonesia tentunya harus tetap waspada sambil berdoa kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam menghadapi bencana ini,” urainya.

Ia mengatakan ACT pun akan memberikan bantuan-bantuan pangan, yaitu melalui Humanity Food Truck, Humanity Rice Truck, dan armada pangan lainnya, kepada mereka yang saat ini harus berjibaku dengan mengurangi aktivitas mencari nafkah keluarganya. (jejakrekam)

Penulis Ahmad Fathoni/ACT
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.