BEM Kalsel Demo Omnibus Law di DPRD Kalsel

0

GELOMBANG penolakan terhadap RUU Omnibis Law Cipta Lapangan Kerja, terus bergulir dari berbagai elemen di masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

JIKA pekan tadi ribuan pekerja yang turun berdemo, kali ini aksi penolakan datang dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel yang kembali berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/2/2020) pagi.

Dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian, puluhan mahasiswa yang dikomandani Ahmad Fauzi itu menggelar orasi menolak RUU Omnibus Law yang dinilai berpotensi merugikan para perkerja.

Kordinator aksi lapangan, yang enggan menyebutkan namanya, dalam orasinya dengan lantang meminta anggota DPRD Kalsel berpihak kepada rakyat dan mau berjuang menyampaikan sejumlah tuntutan mereka ke pusat.

Ditemui langsung sejumlah anggota DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin, Syahrujani, Suripno Sumas, dan Rachmah Noorlias, mereka pun berdialog di jalan.

BACA : RUU Omnibus Law Menabrak Tiga Prinsip Ketenagakerjaan

Tapi suasan sempat memanas. Pasalnya, para pendemo sempat memaksa untuk masuk ke gedung wakil rakyat, namun ditolak karena selain SOP pihak kepolisian yang tak mengizinkan juga saat itu sedang ada rapat paripurna dewan.

“Kami siap menyampaikan aspirasi kalian ke Komisi IX DPR,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, berjanji.

Tak puas, massa BEM yang mengatasnamakan Fraksi Rakyat Kalsel (FRK) yang diwakili Ahmad Fauzi dan dua rekanya, GT M Toriq N dan Ahmad Zairullah, meminta dan mendesak DPRD Kalsel ikut menolak RUU Omnibus Law dibuktikan dengan surat keputusan.

Mereka juga mendesak pemerintah membuka partisipasi aktif masyarakat sipil dalam setiap penyusunan perubahan kebijakan, dan menolak penuh atas RUU yang tak berpihak kepada rakyat.

Lalu, jika RUU dilanjutkan dan ditetapkan, mereka menegaskan,  massa akan kembali turun ke jalan dengan jumlah besar. Atas tuntutan di atas, wakil rakyat di DPRD Kalsel, dalam hal ini HM Lutfi Saifuddin, menandatangi surat pernyataan itu.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.