ACT

Menuju Akreditasi Unggul, STIE Indonesia Banjarmasin Kerjasama dengan UNS Surakarta

0 54

MENJADI Perguruan Tinggi unggul dan terkemuka adalah salah satu harapan prestisius dari lembaga pendidikan tinggi dimana saja, tak terkecuali dengan STIE Indonesia Banjarmasin yang telah berkiprah hampir setengah abad sejak berdiri tahun 1974 dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama di wilayah Kalimantan.

MENUJU perguruan tinggi unggul dan terkemuka secara regional, nasional dan bahkan kancah Internasional, tentu menghadapi sejumlah tantangan yang tidak mudah.

“Bagi STIE Banjarmasin, sekarang ini terdapat dua tantangan penting paling mengemuka untuk menuju perguruan tinggi unggul, yakni bidang penelitian dan peningkatan kapasitas SDM dosen,” kata Ketua STIE Indonesia Banjarmasin Dr Yanuar Bachtiar, dalam Workshop dan Sosialisasi Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Aula STIE Indonesia Banjarmasin, Selasa (11/2/2020).

Menurut Yanuar, salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah bidang penilitian. “Hal ini menegaskan bahwa dalam bidang penelitian, dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah, serta menyebarluaskannya,” ujarnya.

Perguruan tinggi, lanjut Yanur, memiliki peran penting dalam menghasilkan SDM yang berkualitas, serta output Tri Dharma lainnya, yang akan menjadi modal pembangunan bangsa.

“Modal utama perguruan tinggi dalam menghasilkan outputnya tidak lain adalah dosen sebagai tenaga pendidik yang memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Yanuar, dalam kontek pembangunan bangsa, dosen menjadi salah satu agen strategi perubahan untuk kemajuan mencerdasklan kehidupan bangsa. Hal ini sesuai dengan amanah UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dimana dosen wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahliannya.

“Terkait itu semua, yakni dalam rangka memperkuat semangat dosen dalam meneliti dan mempublikasikan, serta upaya meningkatkan kulifikasi dosen, maka STIE Indonesia Banjarmasin menyelenggarakan workshop terkait bidang penelitian dan sosialisasi PDIE FEB UNS yang merupakan kerjasama antara STIE Indonesia Banjarmasin dengan PDIE FEB UNS,” ujarnya.

Guru Besar tetap UNS Prof Dr Rahmawati menyebutkan, di UNS  setiap tahun ada program doktor dan ada anggarannya. “Untuk tahun ini, STIE Indonesia Banjarmasin merupakan yang pertama di Kalsel yang dipilih UNS dalam mensosialisasikan program doktor fakultas ekonomi dan bisnis. Program ini di UNS sudah akreditasi A,” ujarnya.

Dalam workshop itu didaulat sebagai narasumber adalah Irwan Trinugroho (dosen tetap FEB UNS), Prof Soenarto (guru besar dan dosen tetap Fakultas Teknik Universitas Negeri Yokyakarta), dan Prof Dr Rahmawati (guru besar dan dosen Tetap FEB UNS).(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.