Bulog Dukung Program Pemerintah, Berinovasi dengan Beras Bervitamin Kemasan

0 90

PERUM Bulog mendukung penuh rencana Pemerintah untuk menciptakan SDM unggul melalui strategi percepatan pencegahan stunting (anak kerdil) dan program percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui penyediaan pangan yang sehat yaitu beras berfortifikasi (bervitamin).

HAL tersebut dipaparkan Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso pada Seminar Nasional dengan tema “Pemetaan Masalah dan Solusi Penangangan Stunting” dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional tahun 2020 bertempat di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020).

“Kami siap bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah guna memberikan layanan pangan yang menambah gizi bagi masyarakat, maupun dengan konsumen di setiap lini untuk penyediaan pangan sehat bergizi tersebut,” katanya.

BACA: Direksi Bulog Paparkan Kebijakan Pangan Di HPN 2020

Dirinya menyampaikan bahwa beras fortifikasi dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program Pemerintah sehingga dapat mengurangi serta menangani prevalensi stunting dan anemia di Indonesia melalui integrasi dengan program BPNT/Kartu Sembako, pengelolaan CBP serta program pangan lainnya.

“Dengan integrasi kebijakan, diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang kreatif, produktif dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Bulog ingin adanya kesepahaman tentang beras bervitamin, proses produksi dan rencana pengembangan serta pentingnya integrasi antar program Pemerintah dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting, juga terhadap ketahanan pangan.

Beras fortifikasi atau beras bervitamin yang akan disalurkan oleh Bulog merupakan beras sehat yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn).

BACA JUGA:  Bulog Kalsel Kenalkan Beras Bervitamin Di Momen HPN

“Oleh karena itu, terkait dengan tugas Bulog untuk mendukung program pemerintah, Bulog telah berinovasi dengan menyiapkan beras fortifikasi yang salah satunya dapat disalurkan kepada masyarakat berpendapatan rendah dengan harapan dapat semakin berdaya ungkit untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat,” imbuhnya.

Sekedar diketahui seminar yang dihadiri oleh 300 peserta ini dibuka dengan keynote speech oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. Hadir juga narasumber lainnya dalam seminar itu, yakni Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Direktur Komunikasi Danone Indonesia Arif Mujahidin.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.